Rusia Ragu Klaim Jerman soal Alexei Navalny Diracun

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 21:00 WIB
Rusia berkeras tidak ada tanda-tanda Alexei Navalny diracun sehingga ada beberapa pertanyaan untuk Jerman yang pertama kali mengungkap hal tersebut. Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny. (Foto: Evgeny Feldman / Novaya Gazeta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Pemimpin Oposisi Alexei Navalny, tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan sebelum dia diterbangkan ke Berlin untuk menerima perawatan.
 
Pihaknya juga menyampaikan bahwa Moskow memiliki "pertanyaan" untuk Jerman.
 
"Merupakan fakta bahwa saat Alexei Navalny meninggalkan wilayah Rusia, tidak ada racun dalam tubuhnya. Karena itu, kami memiliki banyak pertanyaan kepada pihak Jerman," kata Direktur Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergei Naryshkin, Selasa (15/9) seperti dikutip dari AFP.

Jerman mengatakan ada "bukti tegas" bahwa tokoh oposisi tersebut diracuni menggunakan zat saraf Novichok. Tapi Moskow menolak keras temuan itu dngan mengatakan bahwa para dokter mereka tidak menemukan jejak racun.

"Dokter dari rumah sakit Omsk menyelamatkan nyawa Navalny dan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan paling mendalam," ujar Naryshkin.
 
Para sekutu Navalny mengatakan penggunaan zat kimia terlarang itu menunjukkan bahwa hanya negara Rusia yang bisa bertanggung jawab.
 
Pada Senin (14/9), uru Bicara Kanselir Jerman, Steffen Seibert, mengatakan laboratorium di Prancis dan Swedia secara independen telah mengonfirmasi temuan dokter di Berlin bahwa Navalny benar diracun.


Presiden Rusia, Vladimir Putin, menepis konfirmasi tersebut dalam sebuah panggilan dengan Pemimpin Prancis, Emmanuel Macron. Putin menepisnya sebagai "tuduhan tidak berdasar berdasarkan sesuatu yang tidak ada".
 
Sementara itu, rumah sakit di Berlin yang merawat Navalny mengatakan bahwa Navalny telah sadar dan bisa meninggalkan tempat tidurnya.
 
Navalny sendiri mulai buka suara kepada publik untuk pertama kalinya pada Selasa lewat unggahan di Instagram. Di postingan itu, dia mengatakan bahwa dia sudah bisa bernapas tanpa bantuan.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]