3 Pemikiran Jokowi Hadapi Konflik Global di Sidang Umum PBB

AFP TV, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 08:54 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pemikiran menghadapi tantangan global di tengah pandemi Covid-19 saat berbicara di Sidang Umum PBB. Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pada Sidang Umum PBB. (Foto: AP/UINTV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya secara virtual di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-75 menyampaikan tiga pemikiran di tengah meningkatnya konflik hingga pandemi Covid-19 global.

Tiga pemikiran yang disampaikan Jokowi terkait isu kesetaraan, upaya mencari solusi bersama dalam menghadapi permasalahan, hingga kerja sama penanganan politik.

"Pertama, PBB harus senantiasa berbenah diri melakukan reformasi, revitalisasi dan efisiensi. PBB harus dapat membuktikan bahwa multilateralism delivers termasuk pada saat terjadinya krisis dan harus lebih responsif serta efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global," kata Jokowi dalam pidato yang disampaikan secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/9).


Jokowi mengatakan semua anggota PBB memiliki tanggung jawab untuk memperkuat kerja sama aga tetap relevan dan semakin kontributif yang sejalan dengan tantangan zaman.

"Indonesia memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan terhadap PBB dan multilateralisme. Multilateralisme adalah satu-satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan," ujarnya.

Pemikiran kedua yang disampaikan Jokowi yakni terkait upaya memperkuat collective global leadership dalam hubungan antar negara dalam hubungan internasional.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengakui jika setiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Namun tetap memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia.

"Di sinilah dituntut peran PBB untuk memperkokoh collective global leadership. Dunia membutuhkan spirit kolaborasi dan kepemimpinan global yang lebih kuat untuk mewujudkan dunia yang lebih baik," ungkapnya.

Pemikiran ketiga yang disampaikan Jokowi yakni terkait upaya memperkuat kerja sama global dalam menangani Covid-19 dari sisi kesehatan, hingga dampak sosial ekonomi.

"Vaksin akan menjadi game changer dalam perang melawan pandemi. Kita harus bekerja sama untuk memastikan, bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau," jelas Jokowi.

Ia meminta agar dalam jangka panjang negara-negara memperkuat tata kelola ketahanan kesehatan dunia yang berbasis pada ketahanan kesehatan nasional.

"Reaktivasi kegiatan ekonomi secara bertahap harus mulai dilakukan dengan melakukan koreksi terhadap kelemahan-kelemahan global supply chain yang ada saat ini," ucapnya.

"Aktivasi ekonomi harus memprioritaskan kesehatan warga dunia. Dunia yang sehat dunia yang produktif... harus menjadi prioritas kita."

Karena terselenggara di masa pandemi, pelaksanaan rangkaian pertemuan tingkat tinggi SMU PBB kali ini akan dilaksanakan secara berbeda. Ada yang hadir secara virtual dan ada juga yang datang langsung.

Pertemuan fisik di Markas Besar PBB di New York, hanya dapat diikuti oleh perwakilan masing-masing negara yang berkedudukan di New York. Pidato Jokowi juga disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube resmi Sekretaris Presiden.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]