Demo di AS Tuntut Polisi Penembak Wanita Kulit Hitam Dihukum

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 11:05 WIB
Aksi demo di AS meluas setelah pengadilan menyatakan polisi pelaku penembakan wanita kulit hitam tak bersalah. Gelombang protes pasca putusan dewan juri atas pelaku penembakan Breonna Taylor. (Foto: AP/Eduardo Munoz Alvarez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi protes terjadi di sejumlah kota di seluruh Amerika Serikat, termasuk Louisville, New York, Boston, Washington, hingga Los Angeles pada Rabu (23/9). Pedemo menuntut keadilan saat pengajuan dakwaan terhadpa satu polisi yang terlibat dalam penembakan wanita kulit hitam, Breonna Taylor.

Detektif Brett Hankison yang dipecat pada Juni, telah didakwa oleh dewan juri dengan tiga dakwaan karena "membahayakan secara sewenang-wenang" atas tembakan yang dia lancarkan ke apartemen yang bersebelahan dengan rumah Taylor.

Hankinson dan dua polisi lain yang melepaskan tembakan hingga menewaskan wanita berusia 26 tahun itu tidak dituntut langsung atas kematian Taylor.


Polisi anti huru-hara berpakaian lengkap menangkap beberapa demonstran pada Rabu sore. Jelang malam, polisi mulai menggunakan granat setrum untuk membubarkan ratusan demonstran di Jefferson Square Park, tugu peringatan kematian Taylor.

Ribuan demonstran turun ke jalan di Louisville setelah pengumuman tersebut. "Breonna Taylor layak mendapatkan keadilan. Tidak ada yang akan berubah jika kita tidak bersatu," kata seorang pengunjuk rasa berkulit hitam, Decorryn Adams (17), kepada AFP.

Kepala Polisi Louisville, Robert Schroeder, mengatakan pihak berwenang tidak akan mentolerir "kekerasan atau perusakan properti".
 
"Kami siap menghadapi tantangan apa pun yang mungkin kami hadapi," kata Schroeder, seraya menyerukan kepada para pemonstran untuk memprotes "secara damai dan sah".
 
"Sebutkan namanya, Breonna Taylor. Tidak ada kehidupan yang penting sampai Black Lives Matter," teriak demonstran.
 
Wali kota setempat telah mengumumkan keadaan darurat dan menetapkan jam malam mulai pukul 21.00. Sebagian besar arus lalu lintas di pusat kota juga mulai ditutup.

Beberapa pemilik bisnis di pusat kota menutup toko mereka untuk mengantisipasi kerusuhan yang dipicu oleh keputusan dewan juri.

Hankison didakwa dengan tiga tuduhan "membahayakan secara ceroboh" atas tembakan yang dia lancarkan ke apartemen sebelah rumah Taylor. Dia bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara untuk setiap tuduhan jika terbukti bersalah.

Jaksa Agung Kentucky, Daniel Cameron, mengatakan Hankison tidak melepaskan tembakan yang mematikan dan dua petugas lainnya yang melepaskan tembakan sengaja melakukan itu untuk membela diri.

"Ini adalah tragedi. Saya tahu bahwa tidak semua orang akan puas dengan tuduhan yang dilaporkan hari ini. Setiap orang memiliki gagasan tentang apa yang mereka anggap sebagai keadilan," kata Cameron.

Keluarga Taylor kecewa putusan juri

Ben Crump, pengacara untuk keluarga Taylor mengutuk keputusan dewan juri sebagai "keterlaluan dan ofensif". Atas nama keluarga, Crump mengungkapkan kekecewaannya.
 
"Ini keterlaluan dan menyinggung ingatan tentang Breonna Taylor. Ini adalah contoh lain dari tidak adanya pertanggungjawaban atas genosida orang kulit berwarna oleh petugas polisi kulit putih," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
 
"Jika perilaku Hankison merupakan tindakan yang membahayakan orang-orang di apartemen sebelahnya, maka tindakan itu juga harus dianggap membahayakan Breonna. Sebenarnya, seharusnya diputuskan sebagai pembunuhan yang sewenang-wenang," tambah Crump.
 
Taylor adalah seorang teknsi di ruang gawat darurat. Dia ditembak mati setelah tiga polisi berpakaian preman muncul di depan pintunya pada tengah malam untuk menjalankan surat perintah penggeledahan.

Pacar Taylor yang saat kejadian berada di tempat tidur bersamanya, lantas mengambil pistol dan terlibat baku tembak dengan petugas. Dia mengira bahwa petugas polisi itu adalah penjahat.
 
Petugas polisi yang saat itu tidak mengaktifkan kamera tubuh, menembak Taylor beberapa kali dan seorang sersan polisi terluka.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]