Demo Kematian Taylor Ricuh, Dua Polisi Louisville Tertembak

Associated Press, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 11:40 WIB
Pihak berwenang Louisville, Kentucky mengatakan dua polisi ditembak dan terluka saat terjadi aksi demonstrasi atas kematian wanita kulit hitam Breonna Taylor. Aksi demo berujung ricuh antara polisi dan pedemo di Louisville, Kentucky, AS. (Foto: AP/John Minchillo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak berwenang Louisville, Kentucky mengatakan dua polisi ditembak dan terluka saat terjadi aksi demonstrasi atas kematian wanita kulit hitam Breonna Taylor. Polisi tersebut diketahui terkena luka tembak di tangan.

Kepala Polisi Interim Louisville, Robert Schroeder, mengatakan seorang tersangka telah ditahan tapi dia tidak memberikan rincian apakah orang itu ikut dalam aksi demo. Dia mengatakan salah satu petugas sedang menjalani operasi.
 
Schroeder menuturkan kedua petugas itu ditembak setelah menyelidiki laporan penembakan di persimpangan yang terdapat banyak orang.
 
Mengutip Associated Press, beberapa tembakan terdengar ketika demonstran di pusat kota Louisville mencoba menghindari blokade polisi. Demonstran bergerak menuju gang ketika petugas melempar bola merica. Kerumunan menutup telinga, melarikan diri, dan dengan panik mencari tempat bersembunyi.

Polisi yang menggunakan senjata laras panjang lantas menyerbu daerah tersebut. Petugas anti huru-hara dengan kendaraan militer kemudian memblokade jalan raya.


Perkelahian antara polisi dan demonstran pun tak terelakkan, beberapa pedemo kemudian ditangkap. Petugas menembakkan granat setrum dan mengakibatkan beberapa kebakaran kecil di alun-alun yang menjadi pusat demonstrasi. Puluhan mobil patroli dikerahkan untuk memblokir jalan utama di Kentucky.

Aksi demo menentang putusan juri atas pelaku kematian Taylor juga terjadi di New York, Chicago, Washington, Atlanta, dan Philadelphia.

Demo berakhir ricu terjadi setelah jaksa penutut menyatakan dua polisi yang menembak Taylor dinyatakan tidak bersalah. Kedua petuga dinyatakan telah dibenarkan menggunakan kekerasan untuk melindungi diri setelah terlibat baku tembak dengan kekasih Taylor.

Satu-satunya dakwaan dikenakan kepada Petugas Brett Hankison, dia dikenai tiga dakwaan membahayakan secara ceroboh karena menembak ke dalam rumah di sebelah rumah Taylor di mana terdapat orang di dalamnya.
 
Biro Investigasi Federal (FBI) masih menyelidiki potensi pelanggaran hukum federal sehubungan dengan penggerebekan di rumah Taylor pada 13 Maret.

Taylor (26) adalah seorang pekerja di fasilitas darurat medis. Dia ditembak beberapa kali oleh petugas polisi kulit putih yang memasuki rumahnya dengan surat perintah larangan ketukan dalam penyelidikan narkotika.

Pacar Taylor, Kenneth Walker, melepaskan tembakan ketika polisi menerobos masuk. Dia juga memukul Mattingly. Walker mengatakan kepada polisi bahwa dia mendengar ketukan tapi dia tidak tahu siapa yang masuk dan menembak untuk membela diri.
 
Jaksa Agung, Daniel Cameron, mengatakan penyelidikan menunjukkan petugas tersebut telah mengumumkan keberadaan mereka sebelum memasuki rumah. Surat perintah yang digunakan untuk menggeledah rumah Taylor terkait dengan tersangka yang tidak tinggal di sana.

Selain itu, juga tidak ditemukan obat terlarang di rumah Taylor. Cameron mengatakan laboratoirum kriminal FBI menetapkan Cosgrove menembakkan peluru yang menewaskan Taylor.
 
"Menurut hukum Kentucky, penggunaan kekerasan oleh (Petugas Jonathan) Mattingley dan (Myles) Cosgrove dibenarkan untuk melindungi diri. Pembenaran ini melarang kami mengajukan tuntutan pidana dalam kematian Breonna Taylor," ujar Cameron, yang menjadi jaksa agung kulit hitam pertama di negara bagian itu.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]