Palestina Sebut Israel Merusak Bantuan 100 Ribu Alat Tes Swab

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 08:40 WIB
Palestina menyatakan Israel telah merusak 100 ribu alat test usap (swab) Covid-19 bantuan dari Yordania. Ilustrasi perangkat tes usap (swab) virus corona. Palestina menyatakan Israel telah merusak 100 ribu alat test usap (swab) Covid-19 bantuan dari Yordania. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kailah menyatakan bahwa Israel telah merusak 100 ribu alat test usap (swab) virus corona (Covid-19) bantuan, setelah melarang pengiriman paket tersebut dari Yordania ke Tepi Barat.

Berbicara kepada stasiun radio Voice of Palestina pada Selasa (22/9), al-Kailah mengatakan bahwa tindakan Israel telah menyebabkan Palestina kekurangan alat yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan.

"Apa yang tersedia di kementerian hanya cukup untuk melakukan pemeriksaan selama tiga hari," katanya dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (24/9).


Dia pun menambahkan bahwa dijanjikan alat swab berikutnya baru akan tiba pada Rabu (23/9). Sementara itu, Israel belum memberi komentar terkait tudingan itu.

Israel diketahui menguasai pos perbatasan Al-Karama, satu-satunya titik penyeberangan antara Tepi Barat dan Yordania.

Pandemi virus corona telah memperburuk situasi ekonomi di wilayah Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan pada pekan ini bantuan donor dari dunia kepada Palestina akan turun ke level terendah dalam periode satu dasawarsa terakhir.

Melihat kekurangan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan bantuan. WHO disebut telah menyediakan sebanyak 20.000 alat tes usap corona untuk wilayah Jalur Gaza.

Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, memuji langkah WHO karena memasok lebih banyak alat pengujian kepada Palestina di tengah kekurangan yang tengah mereka hadapi.

Dalam cuitannya, Mladenov berterima kasih kepada organisasi tersebut.

Dia menambahkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia di Wilayah Pendudukan Palestina mengirimkan 20.000 lebih penyeka dan persediaan ekstraksi laboratorium untuk 6.000 tes.

Kasus positif corona di Palestina telah menyentuh angka total 2.400 kasus, dengan 17 kematian sejak Maret lalu.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]