Gelombang Dua Covid-19, Israel Kembali Lockdown Mulai Jumat

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 01:48 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu, memberlakukan lockdown nasional selama dua pekan mulai Jumat (25/9) besok, untuk menghadapi gelombang kedua Covid-19. Ilustrasi pusat pemantauan Covid-19 yang didirikan angkatan bersenjata Israel. (AP/Sebastian Scheiner)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) nasional selama dua pekan mulai Jumat (25/9) besok, untuk menghadapi gelombang kedua virus corona (Covid-19).

"Gelombang kedua dari virus corona menyerang seluruh dunia. Itu juga menyerang kita. Angka kasus di Israel meningkat, jumlah yang sakit parah meningkat, pun demikian dengan jumlah meninggal," ujar dia dikutip dari Associated Press, Kamis (24/9).

Dalam dua hari terakhir, kata Netanyahu, pemerintah Israel telah mendengar pendapat dari para ahli. Dia mengatakan jika Israel tidak segera mengambil langkah-langkah yang sulit, maka mereka akan berada di posisi yang berbahaya.


Dia pun menyatakan lockdown adalah langkah pemerintah menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Setelah lockdown selama dua pekan itu, Netanyahu berharap bisa memperpanjang kebijakan tapi dengan beberapa pelonggaran.

"Kami akan melanjutkan dengan lockdown selama dua minggu lagi, saya harap dengan lebih sedikit pembatasan. Tapi saya katakan itu tergantung pada tingkat infeksi, " tuturnya.

Netanyahu mengumumkan kebijakan itu setelah dua hari berdebat dengan anggota kabinet. Netanyahu dan para pesaingnya diketahui terpecah belah karena memberlakukan pembatasan agenda pertemuan publik.

Meski demikian, Israel diketahui mendapat pujian luas karena bergerak cepat untuk menahan wabah virus corona awal tahun ini. Pemerintah langsung menyegel perbatasannya dan memberlakukan penguncian yang ketat.

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan ada 6.948 kasus baru virus corona pada Rabu kemarin, dan itu merupakan rekor penambahan kasus harian terbanyak sepanjang pandemi menerjang Negeri Zionis.

Sebagai negara berpenduduk sekitar sembilan juta orang, Israel sekarang merupakan salah satu negara dengan tingkat infeksi virus corona tertinggi di dunia per kapita.

Kementerian Kesehatan Israel mengungkapkan bahwa setidaknya ada 658 pasien Covid-19 dalam kondisi kritis. Sementara jumlah kematian kumulatif akibat virus corona di Israel tercatat mencapai 1.317 orang.

Pejabat Kementerian Kesehatan menambahkan bahwa kapasitas rumah sakit di Israel hampir tidak mampu lagi menampung pasien, karena jumlah kasus yang terus bertambah.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]