Pendapatan Ratu Elizabeth II Anjlok karena Lockdown Corona

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 12:35 WIB
Keuangan Kerajaan Inggris ikut terdampak pandemi corona karena anjloknya kunjungan publik ke Istana Buckingham yang rugi 15 juta euro atau sekitar Rp284 miliar. Ratu Elizabeth II turut terimbas lockdown dengan mencatat kerugian Rp284 miliar karena anjloknya kunjungan publik ke Istana Buckingham. (Foto: AP/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keuangan Ratu Elizabeth II ikut terkena dampak pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) karena virus corona pada Maret lalu. Bendahara Kerajaan Inggris, Michael Stevens mengatakan, kerugian anggaran inti keluarga akan mencapai 15 juta euro atau sekitar Rp284 miliar selama tiga tahun ke depan.

Kehilangan pendapatan cukup besar terjadi karena anjloknya kunjungan publik ke Istana Buckingham.

Untuk mengatasi kerugian lebih lanjut, anggaran terpisah untuk perbaikan jangka panjang pada struktur kediaman utama ratu di London, Istana Buckingham, akan dipangkas sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp380 miliar.


Secara hukum, Sovereign Grant (pembayaran yang dibayarkan setiap tahun kepada ratu oleh pemerintah untuk mendanai tugas resmi kerajaan Inggris) setiap tahunnya tidak bisa turun.

Namun Stevens mengatakan pembayar pajak di Inggris tidak akan diminta untuk menanggung kekurangannya, saat jutaan orang mengalami penderitaan serupa akibat penurunan pendapatan hingga kehilangan pekerjaan.

"Dalam menanggapi kedua tantangan keuangan ini, kami tidak berniat meminta dana tambahan dan akan berusaha mengelola dampaknya melalui upaya dan efisiensi kami sendiri," ujarnya seperti mengutip AFP.

Untuk mengatasi hal itu, seorang sumber senior kerajaan mengatakan jika keluarga kerajaan telah berencana untuk melakukan pembekuan gaji, perekrutan baru, dan 'secara aktif melakukan pemotongan pengeluaran yang tidak penting'.

Sovereign Grant yang mendukung tugas resmi raja dan pemeliharaan istana kerajaan mencatat keuangan kerajaan telah mencapai 82,4 juta atau sekitar Rp1,56 triliun di tahun keuangan yang berakhir pada Maret 2020, sedikit meningkat dari tahun sebelumnya.

Laporan tahunan merinci biaya perjalanan kerajaan selama tahun keuangan terakhir, termasuk 15.848 euro atau sekitar Rp301 juta yang dikeluarkan untuk penerbangan charter yang membawa Pangeran Andrew ke klub golf di Irlandia Utara pada Juli 2019.

Penerbangan charter lainnya digunakan oleh Putri Anne untuk menghadiri pertandingan rugby antara Italia dan Skotlandia di Roma pada Februari, dengan biaya 16.440 euro atau sekitar Rp313 juta.

Mengungkap laporan keuangan tahunan rumah tangga Ratu Elizabeth II, para pejabat juga mengatakan bahwa Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, saat ini membayar sewa komersial di kediaman Inggris mereka di Kastil Windsor  setelah keluar dari garis kerajaan.

Pangeran Harry dan istrinya pensiun dari tugas kerajaan pada awal tahun ini dengan alasan demi 'mandiri secara finansial'.

Sumber kerajaan mengatakan pasangan itu telah pindah ke Amerika Serikat dan bermaksud menjadikan Frogmore Cottage di halaman Kastil Windsor sebagai kediaman mereka di Inggris. Mereka juga harus membayar sewa komersial yang lebih tinggi terkait dengan renovasi.

Frogmore Cottage adalah sebuah bangunan abad ke-19 di perkebunan Kastil Windsor yang luas, terletak di sebelah barat London.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]