Penikaman Dekat Bekas Kantor Charlie Hebdo Melukai 2 Orang

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 19:12 WIB
Dua orang terluka dalam serangan senjata tajam di dekat bekas kantor redaksi majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, di Paris, Prancis. Ilustrasi. Dua orang terluka dalam serangan senjata tajam di dekat bekas kantor redaksi majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, di Paris, Prancis. (iStockphoto/redstallion)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua orang dilaporkan terluka dalam serangan menggunakan senjata tajam yang berlokasi di dekat bekas kantor redaksi majalah satir, Charlie Hebdo, di Paris, Prancis, Jumat (25/9).

Kepolisian Paris dilaporkan berhasil menangkap seorang pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Seorang pejabat Kepolisian Paris yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pada awalnya pihak berwenang mengira ada dua penyerang terlibat dalam peristiwa itu. Namun, setelah diselidiki mereka meyakini pelaku hanya satu orang.


Awalnya polisi mengumumkan bahwa empat orang terluka dalam serangan itu. Namun, pejabat tersebut mengatakan kepada Associated Press bahwa sebenarnya hanya dua orang yang dipastikan terluka.

Dia mengatakan hingga saat ini motif penyerangan belum jelas. Reporter Associated Press di lokasi melihat petugas berjaga di sekitar lokasi kejadian dekat stasiun kereta bawah tanah Richard Lenoir.

Saat ini polisi menutup sementara daerah itu, termasuk bekas kantor redaksi Charlie Hebdo. Polisi sampai saat ini tidak mengungkapkan identitas penyerang atau yang terluka.

Pada 2015, bekas kantor redaksi Charlie Hebdo pernah diserang akibat menerbitkan karikatur Nabi Muhammad S.A.W. Serangan tersebut menewaskan 12 orang.

Pada 2020, Charlie Hebdo kembali memicu perdebatan dengan menerbitkan ulang karikatur tersebut. Berbagai negara pun mengecamnya.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyatakan bahwa Indonesia mengecam publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh Majalah Charlie Hebdo.

Dia mengatakan hal tersebut merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan telah melukai perasaan jutaan umat Muslim di dunia.

"Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia," ucapnya dalam konferensi pers daring, 4 September lalu.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]