Polisi Sri Lanka Ringkus Pemburu Macan Tutul untuk Obat Asma

CNN Indonesia | Minggu, 27/09/2020 18:10 WIB
Kepolisian Sri Lanka menangkap tiga orang yang diduga melakukan penjebakan dan memburu seekor macan tutul yang terancam punah guna dijual sebagai obat asma. Ilustrasi. Kepolisian Sri Lanka menangkap tiga orang yang diduga melakukan penjebakan dan memburu seekor macan tutul yang terancam punah guna dijual sebagai obat asma.(Unsplash/Martyn Seddon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Sri Lanka menangkap tiga orang yang diduga melakukan penjebakan dan memburu seekor macan tutul yang terancam punah guna dijual sebagai obat asma.

Ketiga pemburu tersebut ditahan polisi pada Jumat (25/9) waktu setempat setelah pihak berwajib menggerebek rumah mereka.

Penggerebekan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi bahwa mereka menggunakan jerat untuk menangkap hewan tersebut di kawasan dataran tinggi Sri Lanka tengah.


"Mereka memenggal kepalanya dan membunuh hewan tersebut setelah tertangkap di jerat mereka pada Kamis," kata Kepala Inspetur Dushantha Kangara kepada AFP.

Kangara mengatakan tersangka membuang kepala macan tutul di hutan dan mengeluarkan bangkainya untuk dijual kulit, daging, dan bagian tubuh lainnya.

Sejumlah macan tutul atau leopard telah terjerat perangkap di wilayah yang berjarak 175 kilometer di timur Kolombo tersebut.

Kangara mengatakan ada kepercayaan umum bahwa daging macan tutul dapat menyembuhkan asma.

Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian menyita 17 kilogram daging macan tutul dari ketiga tersangka.

Diyakini, ada kurang dari seribu ekor macan tutul di alam liar Sri Lanka dan memburu juga melukai hewan tersebut akan dikenakan sanksi hingga lima tahun penjara.

Pemerhati hewan liar telah meminta pemerintah setempat untuk melarang penggunaan perangkap dan menghukum siapa pun yang menggunakan alat tersebut.

(AFP/end)

[Gambas:Video CNN]