Fauna Eksotis Sri Lanka Bakal Mejeng Via Streaming

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 15:30 WIB
Demi mengakali lesunya pariwisata di tengah pandemi virus corona, Sri Lanka berencana melakukan siaran langsung pemandangan dari taman nasionalnya. Kawanan gajah di Taman Nasional Minneriya, Sri Lanka. (AP/Chamila Karunarathne)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Sri Lanka pada Rabu (23/9) mengumumkan bahwa mereka menawarkan siaran langsung dari taman margasatwa negara mereka, sebagai langkah untuk membantu menghidupkan kembali industri pariwisata yang telah dihancurkan oleh pandemi virus corona.

Biro Promosi Pariwisata Sri Lanka mengatakan siaran langsung pada awalnya akan mencakup empat taman nasional untuk memamerkan satwa liar eksotis negara Asia Selatan itu, termasuk macan tutul, beruang, gajah, buaya, dan burung.

Proyek ini akan menawarkan delapan sesi video siaran langsung satwa liar masing-masing selama satu jam yang akan ditampilkan di media sosial dan dibagikan lebih lanjut melalui media penyiaran, kata biro itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AP.


Pariwisata di Sri Lanka - yang dinobatkan sebagai tujuan wisata terbaik di dunia untuk tahun 2019 oleh Lonely Planet - telah sangat menderita akibat virus corona, dengan pihak berwenang tanpa batas waktu menunda pembukaan kembali negara itu untuk turis mancanegara.

Pemerintah telah merencanakan untuk membuka kembali gerbang pariwisata bagi turis mancanegara pada 1 Agustus, tetapi membatalkan rencana tersebut ketika sekelompok pasien COVID-19 baru muncul pada Juli.

Pariwisata sangat penting bagi Sri Lanka, terhitung sekitar 5 persen dari PDB dan mempekerjakan 250 ribu orang secara langsung dan hingga 2 juta secara tidak langsung.

Beberapa ribu pekerja hotel telah di-PHK sejak pandemi dimulai.

Pejabat kesehatan Sri Lanka mengatakan mereka telah mencegah penyebaran virus ke komunitas yang lebih luas, dan pasien yang sekarang dilaporkan termasuk dalam dua kelompok yang diketahui.

Negara itu telah melaporkan 3.315 kasus, termasuk 13 kematian akibar virus Covid-19.

Sri Lanka memberlakukan jam malam nasional pada bulan Maret. Kemudian pemerintah secara bertahap mencabut jam malam pada bulan April dan telah mengambil langkah-langkah untuk membuka kembali negara secara bertahap selama tiga bulan terakhir, tetapi sekolah dan bandara masih ditutup.

Dalam upaya menahan penyebaran virus lebih luas, Sri Lanka menangguhkan semua penerbangan penumpang dan kedatangan kapal pada pertengahan Maret, melumpuhkan industri pariwisata.

Menurut Otoritas Pengembangan Pariwisata, tidak ada turis asing yang tiba di Sri Lanka pada bulan April hingga Agustus.

Terjadi penurunan 60 persen total kunjungan wisatawan dari Januari hingga Agustus dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Untuk mengatasi hilangnya pendapatan, sebagian besar hotel menawarkan harga diskon untuk turis lokal.

(AP/ard)

[Gambas:Video CNN]