Pejabat Ditembak Korut, Korsel Akui Gagal Lindungi Warga

Associated Press, CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 19:20 WIB
Presiden Korsel Moon Jae-in meminta maaf dan mengakui gagal melindungi warga setelah kejadian pejabat sipil ditembak oleh militer Korut. Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un (kiri) dan Presiden Korsel Moon Jae-in. (Foto: AFP/KOREA SUMMIT PRESS POOL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengakui jika ia dan pemerintahannya telah gagal dalam upaya melindungi warga negara. Pernyataan Moon disampaikan setelah seorang pejabat sipil ditembak mati oleh militer Korea Utara.

Kematian pejabat Korsel sempat menuai kritik hingga memicu kemarahan warga. Pemerintah dianggap telah lalai karena membuang banyak waktu hingga pejabat tersebut gagal diselamatkan.

Moon menyampaikan permintaan maaf dan ucapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.


"Belasungkawa yang dalam kepada anggota keluarga yang berduka dan juga meminta maaf kepada publik atas keterkejutan dan kemarahan," ujarnya.

Merespons kejadian tersebut, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un sempat menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Korsel.

Moon mengatakan, permintaan maaf tersebut menunjukkan Kim sangat ingin mencegah gangguan dalam hubungan bilateral antar dua negara. Korsel telah mengusulkan penyelidikan bersama dengan Korut atas insiden penembakan tersebut.

"Harapan kami, insiden tragis ini tidak hanya berakhir sebagai insiden (tragis) melainkan menciptakan ruang untuk dialog dan kerja sama, menjadi peluang untuk mengembangkan hubungan Selatan-Utara," kata Moon seperti mengutip Associated Press.

Kritikus, termasuk anggota parlemen konservatif, menuduh pemerintah Moon tidak bertindak dengan cepat setelah pejabat militer mengungkapkan pria itu terlihat di perairan Korea Utara sekitar enam jam sebelum dia dibunuh.

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan hal itu terjadi karena sulit untuk menjalin komunikasi dengan Korea Utara. Saluran komunikasi kedua negara disebut terputus.

Adapun pejabat Korsel yang meninggal ialah seorang pira berusia 47 tahun berafiliasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Korsel.

Ia diketahui menghilang saat bertugas di sebuah kapal penangkap ikan di dekat pulau Yeonpyeong, yang dekat dengan perbatasan laut pada Senin (21/9).

Militer Korsel mengatakan ada kemungkinan bahwa pria itu mencoba membelot ke Korut, namun saudara sang pria membantah pernyataan tersebut.

(ndn/evn)

[Gambas:Video CNN]