Kasus Corona Turun, Victoria Longgarkan Lockdown

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 03:36 WIB
Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, melonggarkan lockdown setelah kasus infeksi Covid-19 semakin menurun. Suasana Kota Melbourne, Victoria, Australia, saat pandemi virus corona. (AFP/WILLIAM WEST)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, memutuskan melonggarkan penguncian wilayah (lockdown) dan jam malam setelah jumlah kasus infeksi virus corona (Covid-19) semakin menurun.

Seperti dilansir CNN, Selasa (29/9), hal itu dilakukan setelah jumlah penambahan kasus di ibu kota Melbourne terus menurun. Pembatasan sosial dan jam malam diberlakukan selama dua bulan guna menekan angka penularan.

Menteri Besar Victoria, Daniel Andrews, menyatakan mencabut jam malam yang diberlakukan sejak pukul 21.00 sampai 05.00 waktu setempat.


"Tujuh pekan lalu, penambahan kasus di sini mencapai 400 dalam sehari. Sekarang rasio penambahan kasus di Melbourne mencapai 22.1. Tentu ini luar biasa dan prestasi bagi para penduduk Victoria," kata Andrews.

Pada Senin (28/9) kemarin, tercatat ada lima kasus infeksi baru Covid-19 di Victoria.

Pemerintah setempat kini membolehkan pembukaan kembali ruang-ruang publik seperti kolam renang dan taman bermain. Mereka juga mengizinkan pertemuan tetapi dibatasi maksimal hanya boleh dihadiri lima orang.

Pasar swalayan hingga pabrik pengolahan hasil ternak juga segera dibolehkan beroperasi kembali.

Kasus infeksi Covid-19 di Melbourne sempat melonjak pada Juli dan awal Agustus, hingga mencapai 670 kasus per hari. Andrews lantas menetapkan status darurat di negara bagian itu pada 2 Agustus dan menerapkan lockdown ketat.

Saat penerapan lockdown, para penduduk diminta tetap berada di rumah sepanjang hari. Hanya satu orang di setiap rumah yang dibolehkan belanja kebutuhan pokok, dan hanya boleh bepergian dalam radius lima kilometer dari tempat tinggal.

Saat itu seluruh sekolah kembali menerapkan belajar mengajar daring. Semua restoran dan bar juga wajib tutup.

Kebijakan itu sempat memicu reaksi negatif dari masyarakat. Bahkan sejumlah penduduk berunjuk rasa menolak lockdown dan sempat terlibat bentrokan dengan polisi, berakibat 88 pedemo ditangkap.

Sampai Senin kemarin tercatat ada 20.150 kasus infeksi Covid-19 di Victoria, dengan 787 pasien meninggal.

(CNN/ayp)

[Gambas:Video CNN]