China Setop Impor Makanan Beku dari Negara dengan Covid Parah

CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 14:30 WIB
Pihak berwenang di Beijing, China, memerintahkan importir untuk menghindari makanan beku dari negara-negara dengan tingkat infeksi virus corona parah. Ilustrasi makanan beku. (iStockphoto/AnthonyRosenberg)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak berwenang di Beijing, China, memerintahkan para importir untuk menghindari makanan beku dari negara-negara dengan tingkat infeksi virus corona parah.
 
Langkah itu diambil menyusul beberapa insiden makanan laut impor yang terbukti terpapar virus corona.
 
"Bea cukai dan pemerintah daerah telah berulang kali mendeteksi virus corona dalam makanan beku impor, membuktikannya berisiko terkontaminasi" ujar pernyataan Biro Perdagangan Kota Beijing seperti dikutip CNN, Senin (28/9).
 


Biro tersebut mendesak para importir agar memantau dengan cermat situasi pandemi di seluruh dunia dan "mengambil inisiatif untuk menghindari impor makanan beku dari daerah yang terkena pandemi parah".
 
Perusahaan juga diinstruksikan supaya meningkatkan peringatan dan mekanisme pelaporan. Mereka diimbau agar segera memberitahukan pihak berwenang jika menemukan produk yang dinyatakan positif virus corona.
 
Pada Juni, China menangguhkan impor unggas dari pabrik Tyson Foods di Amerika Serikat karena kekhawatiran tentang wabah virus corona di pabrik tersebut.
 
Bulan lalu, sekumpulan sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil dinyatakan positif virus corona di kota Shenzhen, China selatan.
 


Penemuan tersebut memicu peningkatan penyaringan makanan impor secara nasional dan peningkatan pengawasan produk yang berasal dari tempat-tempat dengan infeksi paling parah, Brasil contohnya.
 
Menurut media pemerintah China, pada 7 September, China menangguhkan impor dari puluhan perusahaan makanan di setidaknya 19 negara dan wilayah yang pekerjanya terinfeksi virus.
 
Pekan lalu, Administrasi Umum Kepabeanan China mengumumkan "tindakan pencegahan darurat" terhadap sebuah perusahaan Norwegia setelah paket makanan laut beku dinyatakan positif terkena virus.
 
Kemudian pada Sabtu, pejabat bea cukai mengatakan sampel yang diambil dari kemasan luar produk akuatik Rusia yang diimpor di provinsi Shandong dinyatakan positif virus corona. Sementara pada Jumat, bea cukai China mengatakan kemasan sejumlah ikan beku dari Brasil juga dinyatakan positif virus.
 
Otoritas kesehatan termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sudah menyatakan kemungkinan penularan virus melalui makanan tergolong rendah. Tapi China berada dalam tingkat siaga tinggi untuk mencegah kemungkinan kontaminasi ulang.
 



Pada Senin, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan tidak ada kasus baru virus corona yang ditularkan secara lokal dalam 24 jam terakhir dan tidak ada kematian baru terkait pandemi.
 
Menurut penghitungan Johns Hopkins University, terdapat 90.483 kasus virus corona yang dikonfirmasi di China serta 4.739 kematian.
 
Sebagian besar kasus terdeteksi pada tahap awal pandemi dan sejak awal Maret, jumlah infeksi baru di bawah angka 500.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]