Gereja Kristen Ortodoks AS Kirim Petisi Hagia Sophia ke PBB

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 02:54 WIB
Keuskupan Agung Gereja Kristen Ortodoks Yunani di AS meminta PBB mendesak Turki membatalkan penetapan status Hagia Sophia sebagai masjid. Ilustrasi Hagia Sophia. Keuskupan Agung Gereja Kristen Ortodoks Yunani di AS meminta PBB mendesak Turki membatalkan penetapan status Hagia Sophia sebagai masjid. (Pixabay/narya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keuskupan Agung Gereja Kristen Ortodoks Yunani di Amerika Serikat mengajukan petisi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mendesak Turki membatalkan penetapan status Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (30/9), mereka meminta PBB untuk mendesak pemerintah Turki untuk tetap menjaga simbol-simbol dan budaya Kristen Ortodoks di Hagia Sophia.

Keuskupan Agung Gereja Ortodoks Yunani AS menyatakan mendesak pelapor khusus PBB untuk meminta pertanggungjawaban Turki atas kebijakannya yang seolah hendak menghapus warisan budaya Kristen Ortodoks. Mereka menyatakan PBB harus mempertimbangkan soal hak-hak kebudayaan dan kelompok minoritas serta kebebasan beragama.


"Dengan mengubah status, struktur dan nama situs UNESCO, yang sangat penting bagi kaum Kristen Ortodoks, pemerintah Turki telah melanggar kewajiban untuk menjaga warisan budaya dan menghormati hak politik, budaya dan kebebasan beragama kelompok Kristen Ortodoks di Turki dan tempat lain yang dijamin oleh hukum internasional," kata penasihat Keuskupan Agung Gereja Kristen Ortodoks Yunani AS, Christina Hioureas.

Mereka berharap PBB dan salah satu badannya, UNESCO, serta sejumlah negara anggota bisa menekan Turki untuk mengubah keputusan yang memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid.

Infografis Fakta Menarik Hagia Sophia

"Hagia Sophia dibangun 1500 tahun yang lalu untuk menjadi katedral dan gereja pertama Patriarki Ekumenikal," kata Uskup Agung Gereja Ortodoks Yunani AS, Elpidophoros.

Hagia Sophia dibangun di Konstantinopel, sekarang Istanbul, di masa Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium yang saat itu dipimpin Kaisar Justinian, pada 537 masehi. Setelah kota itu ditaklukkan dan direbut oleh Kesultanan Ottoman atau Khilafah Utsmani pada 1453, Hagia Sophia difungsikan menjadi masjid.

Setelah Kesultanan Ottoman tumbang, pendiri Republik Turki yang sekuler, Mustafa Kemal Ataturk, menjadikan Hagia Sophia sebagai museum pada 1934.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memutuskan memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid, meski ditentang. Diduga kuat langkah itu diambil Erdogan untuk meraih popularitas dari para pendukungnya menjelang pemilihan presiden. Di sisi lain, saat ini perekonomian Turki tengah lesu akibat pandemi virus corona.

(Associated Press/ayp)

[Gambas:Video CNN]