Siap Hadapi China dan Korut, Jepang Perbarui Sistem Rudal

CNN Indonesia | Kamis, 01/10/2020 17:45 WIB
Jepang menaikkan anggaran militer hingga 8,3 persen pada 2020 untuk menghadapi tekanan China dan Korea Utara. Ilustrasi latihan tempur. (Istockphoto/ Aapsky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang menaikkan anggaran militer hingga 8,3 persen pada 2020 untuk menghadapi tekanan dari China dan Korea Utara. Itu merupakan kenaikan terbesar selama lebih dari dua dekade. Anggaran itu salah satunya untuk mengganti sistem pertahanan rudal.

Kementerian Pertahanan Jepang pada Rabu (30/9) sore mengumumkan rancangan anggaran senilai $51,9 miliar atau sekitar Rp758 triliun dengan perkiraan total pengeluaran nantinya sebesar 5,48 triliun yen atau sekitar Rp705 triliun.

Kementerian itu mengatakan tambahan anggaran akan membantu Jepang mengembangkan militer, membangun kapasitas untuk menanggapi ancaman baru, termasuk perang siber, ruang angkasa dan elektromagnetik.


Di antara pengeluaran baru yang direkomendasikan oleh Kementerian Pertahanan adalah $690 juta untuk memperluas unit luar angkasa Pasukan Bela Diri Jepang dan sistem pengawasan Kesadaran Situasional Luar Angkasa.

Sebesar $340 juta atau lebih dari Rp5 triliun akan digunakan untuk membangun unit pertahanan ruang siber dan kemampuan perang elektromagnetik.

Namun untuk bisa mendapat tambahan anggaran, Kementerian Pertahanan masih memerlukan persetujuan dari Parlemen.

Jika telah disetujui maka penambahan anggaran tahun ini akan menjadi peningkatan tahunan kesembilan berturut-turut dalam pengeluaran militer Jepang.

Profesor di Departemen Politik dan Kajian Internasional di Universitas Kristen Internasional Tokyo, Stephen Nagy mengatakan perluasan anggaran militer Jepang akan menyamai pertumbuhan militer yang cepat oleh kekuatan regional lainnya.

Meski jumlah anggaran yang diajukan cukup besar, Nagi bilang kenaikan anggaran yang diminta sejalan dengan pengeluaran militer negara lainnya di Asia Timur, termasuk China, Korea Selatan dan Taiwan.

"China membangun lebih banyak kapal setiap tahun daripada yang dimiliki seluruh Inggris dalam pasukannya," kata Nagy dilansir dari CNN, Kamis (1/10).

"Sejak tahun 2000 telah terjadi peningkatan sekitar 10 persen dalam anggaran militer China setiap tahun, jadi peningkatan Jepang didorong oleh perluasan luas jejak militer China di wilayah tersebut dan secara global," ujarnya.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa pengeluaran dapat meningkat lebih lanjut setelah keputusan dibuat, termasuk mengganti sistem pertahanan rudal Aegis berbasis darat negara itu akhir tahun ini.

Wakil presiden Institute of World Studies di Universitas Takushoku Tokyo, Heigo Sato menilai anggaran yang diperluas adalah tanggapan terhadap meningkatnya ancaman dari Korea Utara.

Selain itu, kata dia, kenaikan anggaran pertahanan sebagai respons atas tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang meminta Jepang memikul lebih banyak tanggung jawab untuk negaranya sendiri.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]