Singapura Izinkan Kedatangan Turis Australia dan Vietnam

Strait Times, CNN Indonesia | Jumat, 02/10/2020 05:15 WIB
Singapura mulai mengizinkan kedatangan turis dari Australia dan Vietnam karena kasus di negara masing-masing mulai menurun. Singapura membuka kedatangan turis Australia dan Vietnam. (Foto: Istockphoto/Tatiana Dyuvbanova)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura berencana mencabut larangan dan memperbolehkan turis asal Australia (selain negara bagian Victoria) dan Vietnam untuk memasuki negara mereka mulai 8 Oktober 2020.

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengatakan bahwa kedua negara dianggap memiliki sistem pengawasan kesehatan masyarakat yang komprehensif. Disamping itu, kedua negara juga telah berhasil mengendalikan penyebaran virus corona sehingga memperkecil kemungkinan adanya kasus impor.

"Risiko impor dari negara-negara ini rendah," kata pihak CAAS, Rabu (30/9).


Keputusan untuk membuka kembali kedatangan turis mengacu pada catatan bahwa Vietnam tidak memiliki kasus penularan lokal corona dalam 28 hari terakhir. Sementara Australia (minus negara bagian Victoria) memiliki tingkat penularan virus yang rendah yakni sebesar 0,02 kasus per 100 ribu orang.

Mengutip Strait Times, nantinya turis dari Australia dan Vietnam diminta untuk mengajukan Air Travel Pass, izin masuk Singapura. Skema Air Travel Pass memungkinkan semua bentuk perjalanan jangka pendek, termasuk untuk keperluan berlibur. Skema ini berbeda dengan jalur perjalanan antar negara, yang umumnya hanya untuk keperluan bisnis dan perjalanan resmi.

Disamping itu, semua turis diharuskan untuk menjalani tes swab ketika tiba di Singapura. Jika hasil tes negatif, maka mereka bisa langsung menghabiskan waktu berlibur dengan diharuskan mengunduh aplikasi TraceTogether selama berada di sana.

Negeri Singa sebelumnya juga telah membuka keran kedatangan turis dari Selandia Baru dan Brunei Darussalam. Sebelumnya kedua negara mengajukan tawaran untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata antar kedua negara.

Pemerintah Australia saat ini melarang warga melakukan perjalanan ke luar negeri, dan harus mengajukan permohonan untuk sejumlah pengecualian. Selain itu, warga asing juga dilarang masuk hingga saat ini.

Sementara Vietnam untuk sementara melarang masuk semua warga asing dan warga mereka yang berada di luar negeri melalui penerbangan komersial. Pemerintah Vietnam hanya menerima kedatangan untuk pemegang paspor diplomatik.

Menteri transportasi Singapura, Ong Ye Kung, mengatakan bahwa pembukaan kembali secara pihak kedatangan turis dari Brunei dan Selandia Baru merupakan langkah 'kecil dan hati-hati' untuk menghidupkan kembali Bandara Changi.

"Mereka (Vietnam dan Australia) mengapresiasi keputusan Singapura, dan jika kondisinya tepat, saya yakin mereka akan mempertimbangkan untuk membalas pencabutan pembatasan bagi pelancong dari Singapura," katanya.

(ndn/evn)

[Gambas:Video CNN]