Kasus Covid Melonjak, Prancis Tolak Longgarkan Lockdown Lokal

Associated Press, CNN Indonesia | Selasa, 13/10/2020 22:35 WIB
Pemerintah Prancis menolak untuk melonggarkan penguncian (lockdown) lokal di beberapa kota setelah muncul laporan lonjakan kasus Covid-19. Prancis mengubah kereta cepat menjadi bangsal perawatan pasien corona. (Foto: Thomas SAMSON / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Prancis, Jean Castex menolak untuk melonggarkan lockdown lokal setelah otoritas kesehatan melaporkan sekitar 43 ribu infeksi baru virus corona selama akhir pekan.

Castex memperingatkan kepada warga Prancis agar mereka membantu mencegah penularan dengan membatasi pertemuan pribadi di rumah mereka.

"Tidak ada yang harus dikesampingkan ketika kami melihat situasi di rumah sakit kami... Tidak ada kelonggaran," ujar Castex kepada lembaga penyiaran France Info.


"Penguncian nasional harus dihindari dengan segala cara," tambahnya.

Mengutip Associated Press, saat ini sembilan kota termasuk Paris, Marseille, dan Lyon berada dalam kewaspadaan maksimum terhadap virus corona. Pejabat setempat memperingatkan saat ini Prancis sedang mengalami gelombang kedua epidemi Covid-19.

Virus semakin cepat menyebar di seluruh negeri dan situasi rumah sakit di Prancis semakin memburuk dari hari ke hari. Pemerintah telah mengeluarkan seruan, termasuk bagi pelajar dan juru masak untuk menjadi relawan di garis depan perawatan pasien Covid-19.

Seorang dokter bernama Yves Cohen mengatakan dirinya mengetahui bahwa bangsal perawatan Covid-19 saat ini cepat penuh.

"Jumlah pasien meningkat dua kali lipat selama 15 hari terakhir dan kami sekarang memiliki 16 pasien dengan Covid-19 dari total 24 tempat tidur yang disediakan untuk pasien Covid-19 serius di ICU," kata Cohen.

Pemerintah akan meninjau kembali data kesehatan dalam pertemuan dewan pertahanan mingguan pada Rabu (14/10) pekan depan untuk mengambil tindakan lebih lanjut terkait pembatasan yang lebih ketat di beberapa daerah. Nantinya Presiden Emmanuel Macron akan menyampaikan keputusan lebih lanjut kepada masyarakat.

Tingkat kewaspadaan maksimum di Prancis berlaku ketika tingkat infeksi suatu wilayah melebihi 250 kasus per 100 ribu orang dan setidaknya 30 persen dari tempat tidur perawatan intensif yang disediakan terpakai untuk merawat pasien Covid-19.

Sementara itu, Direktur Badan Kesehatan Masyarakat wilayah Paris, Aurelien Rousseau, telah meningkatkan kekhawatiran tentang berkurangnya jumlah ruang ICU yang tersedia karena lonjakan infeksi virus yang serius. Tingkat tes positif corona saat ini mencapai 17 persen di wilayah Paris.

"Pagi ini kami memiliki 474 orang sakit di ICU, itu berarti kami telah mencapai lebih dari 42 persen tempat tidur yang ditempati (oleh pasien Covid-19)," kata Rousseau kepada BFM TV.

Prancis hanya salah satu dari sekian banyak negara di Eropa yang tengah menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19. Prancis hingga saat ini mencatatkan 743.479 kasus corona dengan 32.779 kematian.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK