Rusia Bersiap Lanjutkan Uji Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 03:35 WIB
Sebuah citra satelit menunjukkan Rusia sedang bersiap untuk melanjutkan penerbangan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir di Lingkaran Arktik. Ilustrasi rudal. (OMAR HAJ KADOUR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah citra satelit menunjukkan Rusia sedang bersiap untuk melanjutkan penerbangan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir di Lingkaran Arktik.

Pencitraan itu didapatkan CNN dan telah dianalisis oleh para ahli. Gambar-gambar itu diambil oleh Planet Labs pada September lalu.

Menurut  Peneliti di Middlebury Institute of International Studies, Michael Duitsman dan Jeffrey Lewis, gambar-gambar tersebut menunjukkan aktivitas tingkat tinggi di sebuah situs yang dikenal sebagai Pankovo.


Situs itu sendiri sebelumnya digunakan oleh Rusia untuk menguji rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik.

"Aktivitas dan konstruksi baru konsisten dengan dimulainya kembali uji terbang rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik," tulis Lewis dan Duitsman dalam laporan terbaru.

Mereka mencatat bahwa gambar menunjukkan Rusia telah membangun kembali landasan peluncuran situs dan mengungkapkan 'sejumlah besar kontainer pengiriman di dua area pendukung, termasuk kemungkinan gedung pemeriksaan rudal.'

"Rusia melakukan setidaknya satu penerbangan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir dari situs yang sama di dekat Lingkaran Arktik pada November 2017.

Negeri Beruang Merah dilaporkan melakukan beberapa tes lain di bulan-bulan berikutnya, meskipun kata Lewis dan Duitsman tes itu tidak ada yang dianggap berhasil.

Mereka menambahkan bahwa pada Maret 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin merilis video uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir.

Hal itu yang kemudian memungkinkan peneliti menelaah sumber termasuk analis di Middlebury Institute untuk mengidentifikasi lokasi tersebut.

Dua pejabat Amerika Serikat berkata mereka tahu bahwa Rusia telah bersiap untuk menguji rudal sebagai bagian dari program persenjataan canggihnya.

Awal bulan ini, Rusia mengatakan berhasil melakukan uji coba rudal jelajah hipersonik dari sebuah kapal angkatan laut di Laut Putih.

Selasa (20/10) lalu, Kementerian Pertahanan Rusia membagikan video peluncuran rudal jelajah Oniks yang dilakukan dari pangkalan militer di Kutub Utara.

Kementerian Pertahanan Rusia hingga saat ini tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar terkait apakah akan ada uji coba rudal Burevestnik yang akan datang.

Bukti bahwa Rusia sekarang mungkin bersiap untuk melanjutkan pengujian rudal jelajah bertenaga nuklir datang ketika Washington dan Moskow sedang berupaya memperpanjang perjanjian New START.

START merupakan perjanjian pengendalian senjata utama yang akan berakhir dalam beberapa bulan mendatang. Dalam sebuah cuitan di Twitter, Negosiator teratas AS, Marshall Billingslea, mengungkapkan bahwa pembicaraan kedua negara soal perjanjian itu menemui jalan buntu.

Namun pada hari Selasa Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bersedia untuk setuju membekukan persenjataan nuklirnya demi memperpanjang START jika AS tidak mengajukan persyaratan lain.

Sementara itu Departemen Luar Negeri AS menyatakan siap segera bertemu untuk menyelesaikan perjanjian.

Trump telah mendesak tim keamanan nasional untuk mengamankan kesepakatan nuklir dengan Rusia sebelum pemilihan November.

Presiden awalnya ingin membawa China ke dalam kesepakatan itu, tetapi Tiongkok berulang kali menolak mengambil bagian dalam diskusi apa pun.

Rusia sebelumnya juga telah menyatakan bahwa rudal jelajah bertenaga nuklirnya tidak tercakup dalam perjanjian New START.

Untuk saat ini, bagaimanapun, pengembangan rudal jelajah bertenaga nuklir adalah cara Rusia mengatasi persyaratan New START. Rudal itu mencapai jangkauan antarbenua yang dapat menimbulkan tantangan bagi pertahanan rudal nasional.

"Sebuah rudal jelajah bertenaga nuklir memberikan jangkauan intergalaksi rudal yang dapat terbang rendah, menghindari radar, berkemampuan nuklir yang dapat menimbulkan tantangan bagi pertahanan rudal nasional," kata seorang ahli proliferasi nuklir dan profesor di MIT, Vipin Narang.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK