Kapal Perusak AS Tembakkan Rudal untuk Pertama Kali

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 19:03 WIB
Kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Zumwalt menembakkan rudal untuk pertama kalinya dalam pengujian senjata baru-baru ini. Ilustrasi kapal perang. (iStockphoto/komisar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Zumwalt menembakkan rudal untuk pertama kalinya dalam pengujian senjata baru-baru ini.
 
Kapal perusak siluman kelas satu tersebut melakukan uji tembak rudal SM-2 dari peluncur kapal pada Selasa lalu di Rentang Uji Laut Divisi Senjata Udara Angkatan Laut di Point Mugu, California, AS.
 
Dilansir South China Morning Post, Rabu (21/10), Zumwalt pertama kali ditugaskan pada 2016 lalu tapi tidak dikirim ke Angkatan Laut AS dengan sistem tempur fungsional hingga awal tahun ini.
 
Zumwalt telah menghadapi sejumlah kemunduran signifikan, termasuk pembengkakan biaya dan penundaan besar. Masalah besarnya terletak pada senjata utama kapal, yakni dua senjata 155 milimeter dari Advanced Gun System.
 


Satu putaran Proyektil Serangan Darat Jarak Jauh akan menelan biaya hampir US$1 juta atau sekitar Rp14,6 miliar, angka itu mendekati peluru kendali daripada peluru artileri.
 
Itu bukanlah satu-satunya masalah terkait senjata tersebut. Wakil Laksamana William Merz yang saat itu menjabat sebagai wakil kepala operasi angkatan laut untuk sistem peperangan, mengatakan kepada Kongres pada 2018 bahwa senjata tersebut juga tidak memiliki jangkauan yang diinginkan.
 
"Kami tidak bisa membawa benda itu terbang sejauh yang kami inginkan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Angkatan Laut AS sedang mempertimbangkan untuk menyingkirkan semua senjata itu.
 


Mereka akhirnya terpaksa mengevaluasi kembali sistem tempur dan mengubah misi kapal. Alih-alih dukungan tembakan angkatan laut untuk unit darat, kapal itu justru ditempatkan kembali ke peran tempur anti-kapal.
 
Pada Mei, setelah pengiriman kapal perusak ke armada, uji coba Zumwalt menembakkan 30 milimeter mark 46 MOD 2 Gun Weapon System, meriam angkatan laut berkecepatan tinggi yang dioperasikan dari jarak jauh untuk melenyapkan ancaman permukaan kecil berkecepatan tinggi untuk pertama kali.
 
Saat ini, Zumwalt juga telah menguji kemampuannya dalam meluncurkan rudal. SM-2 yang diuji coba pada pekan lalu adalah rudal permukaan-ke-udara yang juga dapat digunakan melawan kapal. Itu menunjukkan bahwa Zumwalt dapat mempertahankan diri dari rudal yang masuk.
 



"Uji sukses hari ini tidak hanya menunjukkan kemampuan kapal untuk menembakkan rudal dan melakukan pertahanan diri, itu juga merupakan langkah signifikan menuju pengujian dan operasi sistem tempur yang lebih maju untuk kapal perang Angkatan Laut kita yang paling inovatif secara teknis," kata Manajer Program DDG-1000, Kapten Matt Schroeder dalam sebuah pernyataan.
 
Zumwalt diharapkan mencapai kemampuan operasi awal pada 2021 mendatang.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK