Thailand Sambut Kedatangan Perdana Turis China Saat Pandemi

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 00:05 WIB
Thailand kembali menerima kedatangan turis setelah menutup perjalanan internasional selama tujuh bulan karena pandemi virus corona. Ilustrasi pandemi virus corona. (AFP/HECTOR RETAMAL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand kembali menerima kedatangan turis setelah menutup perjalanan internasional selama tujuh bulan karena pandemi virus corona. Penyambutan ini bersamaan dengan gelombang protes yang tengah bergejolak di sana.

Melansir AFP, sebuah pesawat berisi 39 turis China terbang ke Bandara Suvarnabhumi Bangkok Selasa (20/10) malam dari Shanghai. Sesampainya di Bangkok, para turis mendapat sambutan dari staf yang menggunakan peralatan perlindungan corona lengkap.

Mereka kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak membawa virus corona dan koper mereka didisinfektasi.


Selain itu mereka disuruh mengenakan pakaian pelindung dan dapat dibawa pergi bersamaan dengan mereka menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

"Ini pertanda baik bahwa orang asing yakin dengan langkah-langkah keamanan kami," kata Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul dalam sebuah pernyataan.

"Saya menginstruksikan para pejabat untuk menjaga para turis dengan baik, karena jika mereka aman, orang Thailand juga aman," ujarnya.

Pandemi telah membuat ekonomi Thailand bertekuk lutut, dengan delapan juta penduduk diperkirakan kehilangan pekerjaan pada akhir tahun ini.

Di Thailand, kerugian sangat terasa di sektor pariwisata. Di mana mereka mendapat 40 juta kunjungan internasional pada tahun lalu dan telah turun drastis tahun ini.

Para wisatawan yang akan berkunjung ke Thailand di masa pandemi akan menjalani skema visa turis khusus. Skema itu menawarkan 1.200 tempat dan memungkinkan orang untuk tinggal hingga sembilan bulan.

Pejabat pariwisata Thailand menolak memberikan alasan soal skema itu. Namun mereka bersikeras bahwa hal itu tidak terkait dengan konfrontasi baru-baru ini antara pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan polisi di Bangkok dan di wilayah lain.

Konsultan pariwisata Bill Barnett mengakui kerusuhan yang sedang berlangsung telah merusak citra Thailand. Namun dia mengatakan negara itu dapat mengalihkan perhatian pengunjung dari Bangkok yang tengah dilanda protes.

"Thailand akan menjadi economic basket case jika tidak mengembalikan pariwisata," katanya.

Istilah economic basket case sendiri dapat diartikan sebagai kondisi keuangan negara saat ini tengah dalam kondisi terburuk.

Mario Hardy dari Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik yang berbasis di Bangkok setuju dengan pernyataan itu. Ia mengatakan kerusuhan sipil tidak pernah menghalangi wisatawan untuk mengunjungi Thailand di masa lalu.

"Mereka tahu (demo) itu terisolasi, masalah lokal dan tidak menargetkan turis," ucapnya.

Demo besar-besaran tengah bergejolak di Bangkok, dengan lebih dari ribuan orang turun ke jalan untuk menuntu reformasi pemerintahan. Di samping itu para pengunjuk rasa meminta penghapusan undang-undang pencemaran nama baik Kerajaan.

(ndn/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK