Singapura Hentikan Vaksin Flu Usai Kematian di Korsel

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 13:17 WIB
Singapura menghentikan sementara penggunaan dua vaksin flu menyusul laporan kematian puluhan warga Korea Selatan. Ilustrasi vaksin. (AP/Emrah Gurel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura menghentikan sementara penggunaan dua vaksin flu menyusul laporan kematian puluhan warga Korea Selatan.

Otoritas Kesehatan Singapura (HSA) tengah meneliti lebih lanjut kaitan dari kematian yang dilaporkan Korsel dengan vaksin yang ada di Singapura.

Kementerian Kesehatan dan HSA menyatakan hingga saat ini tidak ada kematian terkait dengan vaksinasi dua vaksin tersebut di Singapura.


"Ini adalah tindakan pencegahan setelah kematian yang dilaporkan setelah vaksinasi influenza di Selatan Korea," tutur mereka dilansir dari The Straits Times, Senin (26/10).

Informasi dari otoritas Korea Selatan mencatat bahwa warga yang meninggal itu telah disuntikkan tujuh merek vaksin influenza.

Dua dari tujuh merek tersedia di Singapura. SKYCellflu Quadrivalent diproduksi oleh SK Bioscience dan didistribusikan di sana oleh AJ Biologics. Sementara VaxigripTetra dibuat oleh Sanofi Pasteur dan didistribusikan secara lokal oleh Sanofi Aventis.

Seperti obat lainnya, vaksin dapat menyebabkan efek samping, seperti nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan dan mual.

"Efek samping ini umumnya ringan dan sembuh dengan sendirinya. Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin mengalami demam tinggi atau reaksi alergi parah (seperti kesulitan bernapas, mengi dan bengkak di sekitar mata) dan perhatian medis segera harus dicari," kata HSA.

Lebih lanjut Kemenkes dan HSA berkata bahwa vaksin yang disetujui untuk digunakan di Singapura telah dievaluasi oleh HSA.

Hal itu kata mereka dilakukan untuk memastikan vaksin memenuhi standar kualitas, keamanan dan kemanjuran internasional yang disyaratkan.

HSA memantau keamanan vaksin melalui sistem pemantauan yang mengacu pada jaringan profesional perawatan kesehatan lokal dan mitra regulasi internasional untuk mendeteksi kejadian buruk yang diduga terkait dengan pengobatan.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan total ada 48 orang yang meninggal dunia setelah divaksin flu.

Pemerintah Korsel sampai saat ini belum menyatakan vaksin flu itu berbahaya. Yonhap News Agency menyebut vaksin itu dibuat oleh sejumlah perusahaan obat Korsel, yaitu Korea Vaccine, Boryung Biopharma, LG Chem, SK bioscience dan GC Pharma.

Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun, telah meminta agar dilakukan penyelidikan menyeluruh.

Se-Kyun memang meminta agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian sekaligus menjawab kecemasan publik.

Meski demikian, dalam siaran pers Kementerian Kesehatan Korea Selatan disebutkan pemerintah memang tidak menghentikan kampanye vaksin.

Pejabat di lingkungan kesehatan Korea Selatan mengklaim tak ada hubungan langsung antara vaksinasi flu dan serentetan kematian warganya.

(ndn/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK