Puluhan Ribu Massa Protes Anti-Prancis di Bangladesh

fea, CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 10:39 WIB
Massa yang dikerahkan partai Islam Andolan itu menyuarakan anti-Prancis dan meminta Emmanuel Macron dihukum usai menyudutkan Islam. Puluhan ribu massa demonstrasi anti-Prancis di Bangladesh. (AFP/MUNIR UZ ZAMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 10 ribu warga di Bangladesh turun ke jalan ibu kota pada Selasa (27/10) protes atas sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membela kartun penghinaan pada Nabi Muhammad. Demonstrasi ini juga menyuarakan boikot produk Prancis.

AFP memberitakan kepolisian setempat mengestimasi ada sekitar 40 ribu orang yang terlibat dalam kegiatan yang digelar partai Islami Andolan itu. Bangladesh adalah negara berpenduduk 168 juta orang dengan mayoritas Muslim.


Massa berteriak 'boikot produk Prancis' dan menuntut Macron dihukum. Massa sempat mengarah ke Kedutaan Prancis di Dhaka, namun dihentikan polisi menggunakan pagar kawat di jalan, sekitar 5 km dari kedutaan.


Sebelum bubar sekelompok massa menyiram kerosin ke patung Macron kemudian membakarnya dan berteriak anti-Prancis.

Islami Andolan menyerukan protes nasional pada Selasa dan Jumat mendatang.

"Macron adalah satu dari sedikit pemimpin yang memuja Setan," kata Ataur Rahman, pemimpin senior Islami Andolan di depan massa.

Rahman juga meminta pemerintah Bangladesh mengusir duta besar Prancis.

Macron sedang jadi sasaran banyak pihak lantaran komentarnya atas Islam. Dia menyudutkan Islam usai guru bernama Samuel Paty dipenggal di Paris pada 16 Oktober setelah menjadikan kartun Nabi Muhammad materi pembelajaran di kelas.

Macron berkomentar membela kartun itu dan mengatakan Prancis menganut kebebasan berbicara. Turki dan negara Muslim lainnya termasuk Indonesia memprotes pernyataan Macron.

Prancis adalah rekan dagang Bangladesh, pabrik garmen di Bangladesh mengirimkan produk bernilai miliaran dolar ke merek Prancis. Lafarge, salah satu produsen semen terbesar di dunia adalah investor kelas kakap di Bangladesh.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK