KILAS INTERNASIONAL

Pangeran Brunei Meninggal hingga Timur Tengah Boikot Prancis

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 06:30 WIB
Pangeran Brunei meninggal hingga Timur Tengah boikot Prancis buntut kritik Presiden Macron ke Muslim, ramaikan berita internasional, Minggu (25/10). Ilustrasi meninggal. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (25/10). Mulai dari Pangeran Brunei meninggal hingga Timur Tengah boikot Prancis buntut kritik Presiden Emmanuel Macron ke Muslim.

1. Pangeran Brunei Wafat, Warga Negeri Jiran Berkabung 7 Hari

Brunei Darussalam mengibarkan bendera nasional setengah tiang tanda berkabung selama tujuh hari untuk Pangeran Brunei Haji Abdul Azim yang tutup usia pada Sabtu (24/10).


Mengutip dari kantor berita Brunei, RTB News, atas wafatnya Azim maka seluruh warga Brunei wajib mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari mulai kemarin sebagai tanda berkabung nasional.

Selama itu, warga dilarang mengadakan acara apapun berupa hiburan atau hajatan. Juga harus menggunakan pakaian putih sebagai tanda berkabung.

Wanita muslim diharuskan menggunakan kerudung putih, dan nonmuslim harus memakai ikat lengan putih dengan lebar tiga inci.

2. Diplomat-diplomat RI di UEA Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Diplomat-diplomat RI yang bertugas di Uni Emirat Arab (UEA) telah mendapatkan vaksinasi virus corona (Covid-19).

Hal tersebut dikonfirmasi Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi, Nur Ibrahim. Nur menjelaskan bahwa pemerintah UEA telah mengeluarkan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah keluarkan Emergency Use Atuthorization (EUA) untuk vaksinasi Covid-19 pada 15 September 2020.

Nur menerangkan vaksinasi itu sendiri diberikan pemerintah UEA kepada pekerja di lini terdepan, kelompok rentan, dan kelompok lain sesuai peraturan setempat.

3. Timur Tengah Boikot Prancis Buntut Kritik Macron ke Muslim

Ajakan memboikot produk Prancis menggema di kawasan Arab dan Timur Tengah. Aksi tersebut muncul setelah Presiden Emmanuel Macron mengkritik Muslim dan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo.

Aksi pemboikotan produk Prancis sudah berlangsung di Kuwait dan Qatar. Puluhan toko di Kuwait membuktikan pemboikotan dengan mengunggah foto di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pekerja mengeluarkan keju olahan Prancis dari rak.

Kemudian di Doha, seorang koresponden AFP melihat sejumlah pekerja jaringan supermarket Al Meera mengeluarkan selai St. Dalfour buatan Prancis dari rak pada Sabtu (24/10) kemarin. Bahkan, mereka juga mengeluarkan ragi Saf-Instant.

Melalui pernyataan pada Jumat (23/10) malam, Al Meera dan operator grosir lainnya, Souq Al Baladi, mengatakan menarik produk Prancis dari toko sampai pemberitahuan lebih lanjut. Al Meera sendiri bersaing dengan supermarket Prancis yang ada di Qatar, Monoprix dan Carrefour.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK