Tekan Corona, Jerman Lockdown Lagi Sampai Akhir November

CNN Indonesia | Kamis, 29/10/2020 02:29 WIB
Pemerintah Jerman bakal menutup tempat-tempat umum seperti fasilitas olahraga, restoran, kafe dan bar. Kanselir Jerman Angela Merkel memutuskan untuk membatasi kembali kegiatan di tempat umum berkenaan dengan kasus virus corona yang naik tinggi di negaranya (Michael Kappeler / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Jerman kembali menerapkan pembatasan kegiatan dengan ketat atau lockdown berkenaan dengan penularan virus corona (Covid-19) yang kembali meningkat. Lockdown bakal berlaku mulai Senin pekan depan hingga akhir November mendatang.

Mengutip AFP, Kanselir Jerman Angela Merkel sudah membicarakan itu dengan pimpinan 16 negara bagian.

Merkel meminta seluruh warganya untuk menghindari kegiatan di luar rumah yang tidak perlu selama pembatasan kembali diberlakukan. Menginap selain di rumah pun hanya boleh untuk tujuan nonpariwisata.


Pemerintah Jerman juga membatasi pengumpulan orang. Maksimal 10 orang saja demi menekan laju penularan virus corona.

Restoran, kafe, bar, bioskop hingga gym dan kolam renang serta fasilitas olahraga lainnya akan kembali ditutup. Namun, sekolah dan sejumlah toko diperbolehkan buka dengan pembatasan tertentu.

Merkel mengatakan pemerintah Jerman sudah menyiapkan bantuan dana untuk sektor ekonomi yang bakal terdampak akibat pemberlakuan lockdown. Anggaran yang disediakan mencapai 10 miliar Euro.

Kenaikan kasus baru virus corona di Jerman cenderung tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Meski Jerman bisa mengatasi gelombang pertama, kini kasus kembali meroket.

Kasus baru harian bisa melebihi 10 ribu. Rekor terbaru yakni ada 14.964 kasus positif virus corona baru dalam sehari.

Berdasarkan data yang dihimpun John Hopkins University, kasus positif virus corona di Jerman sebanyak 464.239 per 28 Oktober. Bertambah 14.964 kasus baru dari hari sebelumnya. Sejauh ini telah ada 10.183 orang meninggal dunia.

(AFP/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK