Mufti Oman dan Petinggi Qatar Ajak Boikot Produk Prancis

CNN Indonesia | Jumat, 30/10/2020 19:15 WIB
Mufti Besar Oman, Sheikh Ahmed Bin Hamad Al-Khalili, serta petinggi Qatar, Faisal bin Jassim Al Thani, mendukung boikot produk Prancis. Mufti Besar Oman, Sheikh Ahmed Bin Hamad Al-Khalili. Dia mengajak negara Arab dan mayoritas Muslim untuk memboikot produk Prancis. (AFP/FAISAL AL-TAMIMI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mufti Besar Oman, Sheikh Ahmed Bin Hamad Al-Khalili, serta petinggi Qatar, Faisal bin Jassim Al Thani, mendukung aksi boikot terhadap segala bentuk produk buatan Prancis.

Ajakan itu mereka sampaikan menanggapi pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai menghina dengan mengatakan Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia, serta tidak melarang penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W., oleh majalah satire Prancis, Charlie Hebdo.

Seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (30/10), Sheikh Al-Khalili meminta seluruh negara mayoritas Muslim untuk menarik modal mereka yang ditanamkan di lembaga-lembaga yang dikelola Prancis, yang dia sebut sebagai negara arogan, dan mulai membentuk kemandirian ekonomi.


Dia juga meminta seluruh para pakar Muslim untuk kembali dan membangun negeri mereka untuk menciptakan kondisi kerja dan produksi yang stabil.

Sedangkan Al Thani meminta warga Arab untuk memboikot produk Prancis dan beralih kepada barang-barang buatan Turki.

"Saya berharap gerakan beralih menggunakan produk Turki dari produk Prancis akan dilakukan di seluruh negara Arab dan negara mayoritas Muslim. Mereka negara yang menghormati Islam dan Nabi Muhammad S.A.W., dan yang paling pertama mendukung pemberian sanksi terhadap pihak-pihak yang menghina kesucian Nabi Muhammad S.A.W. Mereka layak didukung dengan membeli produk mereka dengan harga yang pantas dan semoga kita akan tetap menjadi umat yang bersatu, InsyaAllah," kata Al Thani melalui Twitter, seperti dilansir Al Khaleej Today.

Akan tetapi, pernyataan Al Thani dicibir oleh penduduk Qatar. Sebab menurut mereka kalau ajakan itu dilakukan, maka Qatar juga harus melepas saham di klub sepakbola Prancis, Paris Saint-Germain.

Sebab, saham kesebelasan itu dibeli oleh Qatar Sports Investments pada 30 Juni 2011.

Ajakan memboikot produk Prancis menggema di kawasan Arab dan Timur Tengah. Aksi pemboikotan produk Prancis sudah berlangsung di Kuwait dan Qatar.

Puluhan toko di Kuwait membuktikan pemboikotan dengan mengunggah foto di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pekerja mengeluarkan keju olahan Prancis dari rak.

Kemudian di Doha, terlihat sejumlah pekerja jaringan salah satu supermarket di sana, Al Meera mengeluarkan selai St. Dalfour buatan Prancis dari rak swalayan mereka pada Sabtu (24/10) pekan lalu. Bahkan, mereka juga mengeluarkan ragi Saf-Instant.

Kementerian Luar Negeri Prancis meminta agar seruan boikot terhadap produk mereka yang dilakukan di berbagai negara Timur Tengah segera dihentikan.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK