Slovakia Mulai Pengujian Virus Corona Secara Massal

CNN Indonesia | Sabtu, 31/10/2020 19:37 WIB
Slovakia telah mulai menjalankan program yang menyaring seluruh populasinya untuk pengujian virus corona dengan tes antigen. Slovakia telah mulai menjalankan program yang menyaring seluruh populasinya untuk pengujian virus corona dengan tes antigen.(iStockphoto/Ovidiu Dugulan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Slovakia telah mulai menjalankan program yang menyaring seluruh populasinya untuk pengujian virus corona dengan tes antigen. Ini akan menjadi yang pertama kali di dunia.

Mengutip AFP, sekitar 45 ribu pekerja medis, tentara, dan polisi dikerahkan untuk melakukan tes di negara anggora uni eropa (UE) dengan jumlah penduduk 5,4 juta orang pada Sabtu (31/10).

"Dunia akan mengawasi," kata Perdana Menteri Igor Matovic.


Tes antigen memberikan hasil yang cepat. Namun, tes itu tidak seandal tes PCR yang harus dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.

Partisipasi dalam pengujian tidak wajib. Namun, siapa pun yang tidak dapat menunjukkan sertifikat tes negatif, jika dihentikan oleh polisi bisa dikenakan denda yang berat.

Nantinya, jika hasil tes menunjukkan tanda positif, maka orang tersebut dikarantina selama 10 hari.

"Ini akan menjadi jalan kami menuju kebebasan," kata Matovic.

Ia mengisyaratkan bahwa pembatasan virus dapat dilonggarkan ketika tes antigen sudah selesai. Dalam hal ini, Slovakia akan menjadi negara pertama yang menjalani pengujian nasional di Eropa.

Negara-negara Eropa yang lebih kecil seperti Luksemburg dan Monako juga telah mengumumkan program pengujian massal.

Diketahui, kasus penularan virus corona di Slovakia naik tajam meski masih di bawah rata-rata kasus di Uni Eropa. Tercatat, jumlah penularan virus corona bertambah 3.363 menjadi 55.091 pada Jumat (30/1).

Pemerintah berharap dapat menyelesaikan pengujian nasional selama dua hari dan melakukan putaran tes massal lagi akhir pekan depan.

Sementara, Asosiasi Dokter Umum Slovakia mengkritik rencana pemerintah tersebut. Mereka menilai pemerintah tak mempersiapkan hal itu dengan baik.

Asosiasi menyatakan massa yang berkumpul di lokasi pengujian bertentangan dengan rekomendasi para ahli penyakit menular untuk mengurangi kontak publik dan mobilitas sebanyak mungkin.

Anton Dubovsky, seorang operator pompa bensin berusia 67 tahun mengatakan ia dan putranya tak akan pergi ke tempat pengujian massal. "Saya sama sekali tidak yakin pengujian ini adalah ide yang bagus," kata dia.   

(aud/age)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK