Israel Beli 8 Juta Vaksin Corona Pfizer

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 02:26 WIB
Israel sudah menandatangani perjanjian untuk membeli delapan juta vaksin virus corona buatan Pfizer. Ilustrasi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Israel sudah menandatangani perjanjian untuk membeli delapan juta vaksin virus corona buatan Pfizer. (Dan Balilty)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel sudah menandatangani perjanjian untuk membeli delapan juta vaksin virus corona (Covid-19) yang diproduksi oleh perusahaan obat asal Amerika Serikat, Pfizer.

Perjanjian itu diteken oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 13 November lalu.

"Ini adalah hari yang sangat baik bagi Israel dan hari yang bagus untuk memenangkan perlawanan terhadap virus corona. Saat ini kami sudah menandatangani perjanjian dengan Pfizer. Kami berharap pasokan vaksin itu dilakukan mulai Januari dan akan terus bertambah. Hal itu tergantung dari persetujuan dari badan kesehatan AS dan Israel. Misi kami adalah untuk menyiapkan vaksin bagi seluruh rakyat Israel," kata Netanyahu dalam jumpa pers, seperti dilansir Al Monitor, Rabu (18/11).


Menurut Netanyahu, mereka akan menyediakan vaksin bagi empat juta penduduk Israel. Israel dilaporkan membayar uang muka sebesar US$35 juta (sekitar Rp493 miliar) untuk pembelian vaksin itu.

Akan tetapi, di dalam perjanjian itu tidak tercantum kewajiban bagi Pfizer untuk berkomitmen penuh memasok vaksin bagi Israel, tetapi sesuai dengan situasi yang berlaku.

Menurut laporan surat kabar Israel, Yediot Ahronot, jika Pfizer tidak sanggup memenuhi komitmen, maka mereka akan mengembalikan uang muka yang sudah dibayar.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel, Prof. Chezy Levy, mengatakan mereka sedang mengatur proses logistik vaksin dan mendata penduduk. Sebab, proses vaksinasi tidak dilakukan secara serentak, tetapi bertahap.

Proses pembelian vaksin corona dari Pfizer oleh Israel cukup berliku. Sebab, menurut laporan mulanya Israel lebih condong membeli vaksin yang dibuat perusahaan farmasi Moderna.

Ketika Pfizer menyatakan akan mencoret Israel dari daftar negara prioritas penerima jatah vaksin, barulah Netanyahu bergerak dan membuat kesepakatan. Namun, pemerintah Israel belum memberikan konfirmasi tentang hal ini.

Selain itu, keputusan Netanyahu untuk mengumumkan pembelian vaksin corona terjadi ketika jumlah kasus infeksi di Israel terus meningkat.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK