Ada Uji Coba Rudal di LCS, Pesawat Taiwan Ditolak Masuk

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 20:42 WIB
Pesawat milik maskapai penerbangan Taiwan, ditolak masuk wilayah udara Hong Kong karena ada uji coba rudal di Laut China Selatan (LCS). Ilustrasi pesawat. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat milik maskapai penerbangan Taiwan, UNI Air ditolak masuk wilayah udara Hong Kong pada. Hal itu terjadi sebab ada uji coba rudal di Laut China Selatan (LCS).

Insiden itu terjadi pada Kamis pekan lalu.

"Tentara Pembebasan Rakyat China [PLA] melakukan uji coba rudal udara-ke-udara di Laut China Selatan pada pagi hari ketika pesawat Taiwan sedang menuju ke Kepulauan Dongsha," kata sumber militer berbasis di Beijing yang dekat dengan PLA, dilansir dari South China Morning Post, Kamis (22/10).


Penerbangan UNI Air yang membawa personel militer dan penjaga pantai terpaksa mundur ketika otoritas penerbangan sipil Hong Kong memberi tahu bahwa ada "aktivitas berbahaya" yang terjadi di bawah ketinggian 26.000 kaki.

"Sebagian besar penumpang pesawat terbang di atas 26.000 kaki," kata sumber yang meminta tidak disebutkan namanya karena sensitif.

"Tapi pesawat Taiwan adalah ATR 72 bertenaga baling-baling yang tidak bisa mendaki setinggi itu," kata sang sumber. Menurut situs web pesawat, ATR 72 sendiri memiliki ketinggian maksimum 25.000 kaki.

Satu hari setelah kejadian tersebut, Menteri Pertahanan Nasional Taiwan Yen Te-fa menolak penjelasan yang diberikan oleh Hong Kong dan mengimbau otoritas kota untuk tidak mengganggu tatanan penerbangan internasional.

Menurut Yen, tidak ada aktivitas militer yang terjadi di daerah tersebut dan badan keamanan maritim China belum mengeluarkan peringatan apapun.

"Kami berharap pihak berwenang China akan mematuhi peraturan penerbangan internasional dan mengutamakan keselamatan," katanya.

Departemen Penerbangan Sipil Hong Kong sebelumnya menolak isu yang menyatakan bahwa pihaknya sengaja menghalangi penerbangan. Departemen mengatakan stafnya mengikuti praktik dan prosedur yang ditetapkan.

Mereka mengaku telah memberi tahu pusat kendali lalu lintas udara Taiwan tentang ketinggian minimum yang aman untuk penerbangan.

Lalu pusat kendali tersebut mengindikasikan akan membatalkan permintaan penerbangan yang memasuki wilayah udara Hong Kong.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan latihan militer oleh PLA di perairan yang disengketakan serta di langit yang dekat dengan wilayah udara Taiwan.

China hingga saat ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya bahkan tidak segan menggunakan kekerasan untuk menyatukannya kembali.

Meski Taiwan diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya, pulau itu tetap punya pemerintahan sendiri, bahkan dipimpin oleh seorang presiden.

(ndn/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK