Jokowi Sebut Rivalitas Negara Besar Ganggu Stabilitas Kawasan

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 14:34 WIB
Menurut Jokowi, jaga stabilitas dan keamanan di ASEAN tanpa situasi yang damai akan susah membangkitkan ekonomi. Ini sulit karena ada rivalitas negara besar. Presiden Joko Widodo. (Lukas - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Jokowi mengatakan menjaga stabilitas dan keamanan di ASEAN sangat penting untuk membangkitkan ekonomi yang ambruk akibat dihantam pandemi corona.

Tanpa situasi yang damai akan susah memulihkan ekonomi. Kata dia, ini sulit dilakukan karena ada rivalitas negara besar.

Karena itu, dia menegaskan bahwa Indonesia enggan terjebak dalam rivalitas negara-negara besar di kawasan.


Pernyataan itu meliputi tiga poin penting yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam acara Food Security Summit, Kamis (19/11).
 


"Indonesia tidak mau terjebak di antara rivalitas (negara-negara besar). Mereka semua mitra Indonesia (yang) bekerja sama dengan kepentingan kita. ASEAN juga tidak boleh terjebak dalam rivalitas, dan sentralitas ASEAN perlu ditegakkan. Kebiasaan dialog terus ditekankan," kata Retno mengutip pernyataan Jokowi.
 
 Jokowi menilai, prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia masih sangat relevan dengan situasi saat ini.
 
Dalam poin keduanya, Jokowi menyampaikan pentingnya Travel Corridor Arrangement (TCA) untuk menggerakkan perdagangan Indonesia. TCA diinisiasi oleh Indonesia dan sejauh ini telah bekerja sama dengan Korea Selatan, Arab Saudi, China, dan Singapura. Indonesia juga sedang menegosiasikan TCA dengan Jepang.
 


"Jadi, TCA itu bukan hanya penting tapi merefleksikan solidaritas dan kepercayaan antara negara dengan upaya keluar dari krisis bersama," kata Retno.
 
Selain itu, Jokowi juga menyuarakan pentingnya akses vaksin yang terjangkau bagi semua negara di masa pandemi virus corona.
 
"Saat ini dunia fokus ke obat dan vaksin. Ekonomi tidak akan bangkit hingga kita bisa mengalahkan pandemi, itulah kenapa diplomasi sejak awal menyuarakan pentingnya akses vaksin yang aman dengan harga terjangkau bagi semua negara," kata Retno.
 


Retno menjelaskan, selain menyuarakan pentingnya akses vaksin, diplomasi Indonesia juga dilakukan untuk membuka jalan terhadap akses vaksin itu sendiri.
 
"Beberapa hari ini kita lihat berita positif dari berbagai uji coba klinis (vaksin) di dunia dan kita berharap dunia bisa memperoleh vaksin yang aman dan efektif," ujar Retno.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK