Australia Selatan Pangkas Lockdown jadi 4 Hari

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 18:30 WIB
Pemerintah Australia Selatan memangkan lockdown dari semula enam hari menjadi empat hari karena ada keterangan menyesatkan terkait kontak Covid-19. Australia Selatan pangkas lockdown menjadi empat hari. (Foto: AFP/WILLIAM WEST)
Jakarta, CNN Indonesia --

Australia Selatan memutuskan untuk memangkas penguncian wilayah (lockdown) karena virus corona yang semula enam hari menjadi hanya empat hari. Lockdown akan berakhir pada Sabtu (21/11) malam.

Perdana Menteri Australia Selatan, Steven Marshall mengisyaratkan pemangkasan lockdown yang dua hari lebih awal dilakukan karena ada informasi salah terkait pelacakan sumber penularan virus corona.

Marshall mengatakan pemangkasan lockdown dilakukan setelah seorang pekerja di toko pizza menyesatkan tim pelacak kontak terkait bagaimana ia tertular virus corona.


Sebelumnya pria itu mengaku bahwa dia adalah pelanggan di kedai pizza, padahal sebenarnya dia bekerja di sana. Karena keterangan menyesatkannya itu, pihak berwenang sempat percaya jika virus corona cukup ganas untuk menular melalui kotak makanan.

"Salah satu kontak dekat yang terkait dengan bar pizza Woodville sengaja menyesatkan tim pelacak kontak kami. Penuturannya tidak sesuai, kami memburunya. Sekarang kami tahu bahwa ia berbohong," kata Marshall seperti dikutip AFP.

Komisaris polisi Grant Stevents mengatakan jika pria itu kemungkinan tidak akan menghadapi tuntutan.

"Undang-undang Manajemen Darurat mengharuskan orang memberikan informasi atas permintaan. Tidak ada hukuman jika gagal menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan jujur," kata Stevents.

Otoritas setempat menekankan lockdown ketat masih diperlukan dan orang-orang di kedai pizza itu harus tetap melalui tes corona.

Pencabutan lockdown lebih cepat ini menandakan warga di Adelaide dan daerah lain di negara bagian Australia Selatan diizinkan berolahraga dan sebagian pembatasannya lainnya juga mulai dilonggarkan.

Otoritas negara bagian Australia Selatan pada Rabu (18/11) memerintahkan penutupan sekolah, toko, kedai kopi, kelab malam, pabrik, dan restoran dengan layanan pesan antar (takeaway). Warga juga diminta untuk tetap tinggal di rumah dan diwajibkan mengenakan masker ketika keluar.

Sejak saat itu pemerintah menggelar puluhan ribu tes dengan hasil menunjukkan tidak ada penularan baru. Hanya ditemukan 25 kasus dari klaster baru yang mengarah pada tuduhan bahwa pihak berwenang telah bereaksi berlebihan.

Negara bagian Australia Selatan melaporkan empat kasus telah terdeteksi di Adelaide pada Minggu (15/11), sebelum klaster bertambah tajam dalam semalam menjadi 17 orang keesokan harinya.

Hingga saat ini, total kasus virus corona di Australia mencapai 27.790 dan 907 kematian. Sekitar 25.509 orang dinyatakan sembuh.

(ans/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK