Aparat New York Selidiki Penghapusan Pajak Trump Organization

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 14:53 WIB
Otoritas New York sedang menyelidiki Trump Organization atas kasus penghapusan pajak senilai jutaan dolar. Presiden AS Donald Trump. (AFP/NICHOLAS KAMM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas New York sedang melakukan penyelidikan terhadap Trump Organization atas kasus penghapusan pajak senilai jutaan dolar dalam biaya konsultasi perusahaan.

Penyidik di kantor kejaksaan distrik Manhattan dan kantor jaksa agung New York telah memanggil Trump Organization untuk mencari catatan terkait dengan biaya konsultasi.

Investigasi jaksa agung New York berfokus pada apakah Trump Organization atau Presiden Donald Trump secara pribadi meningkatkan nilai aset tertentu secara tidak tepat yang melanggar undang-undang. Pihaknya telah mengidentifikasi bahwa setidaknya empat properti Trump sedang dalam pengawasan.


Panggilan pengadilan itu adalah tanggapan atas penyelidikan New York Times (NYT) atas pengembalian pajak Presiden Trump yang mengungkapkan bahwa Trump mengambil US$26 juta (Rp369,1 miliar) dalam penghapusan yang berasal dari biaya yang ia bayarkan kepada konsultan, termasuk biaya US$747 ribu yang menurut NYT cocok dengan pembayaran yang diungkapkan oleh putri Trump, Ivanka.

Dilansir CNN, Jumat (20/11), baik jaksa agung New York maupun Trump Organization menolak berkomentar.

Pada Kamis malam, Ivanka bereaksi terhadap pemberitaan NYT di Twitter.



"Ini pelecehan murni dan sederhana. 'Penyelidikan' oleh para Demokrat NYC ini 100% dimotivasi oleh politik, publisitas, dan kemarahan. Mereka tahu betul bahwa tidak ada apa-apa di sini dan di sana tidak ada keuntungan pajak sama sekali. Politisi ini kejam," cuitnya.

Penasihat umum Trump, Alan Garten pun angkat bicara kepada NYT.

"Semuanya dilakukan dengan kepatuhan ketat terhadap hukum yang berlaku dan di bawah nasihat penasihat dan pakar pajak. Semua pajak yang berlaku telah dibayarkan dan tidak ada pihak yang menerima manfaat yang tidak semestinya," ujar dia.


Investigasi dari otoritas New York adalah tindakan paling serius yang akan dihadapi Trump saat ia meninggalkan Gedung Putih.

Sebelumnya, Trump juga terancam menghadapi tuntutan lain mencakup penipuan asuransi dan penipuan pajak.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK