Biden Tuduh Trump Rusak Demokrasi karena Tolak Akui Kekalahan

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 10:42 WIB
Presiden terpilih AS Joe Biden menuduh Donald Trump telah merusak demokrasi karena terus menolak kekalahan dan mengklaim ada kecurangan pemilu. Presiden AS terpilih Joe Biden. (Foto: AP/Carolyn Kaster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden menuduh rivalnya, Donald Trump telah merusak demokrasi karena menolak kekalahan terus mengklaim adanya penipuan dalam pemilu.

Biden mengatakan kepada jurnalis di Delaware bahwa Trump berada di balik "pesan yang sangat merusak yang dikirim ke seluruh dunia tentang bagaimana fungsi demokrasi".

Trump hingga saat ini menolak menerima kekalahannya meski Biden telah mengantongi lebih dari 6 juta suara. Biden juga memenangkan 306 suara elektoral, meninggalkan Trump yang hanya memperoleh 232 suara elektoral.


Dalam perhitungan ulang di Georgia, Biden telah dikonfirmasi unggul atas Trump. Biden menjadi capres Demokrat pertama yang memenangkan negara bagian selatan itu dalam hampir tiga dekade yang menjadi lumbung suara Republik.

Menurut laporan yang diunggah di situs web Menteri Luar Negeri Georgia, Brad Raffensperger, penghitungan ulang menunjukkan Biden menang dengan 12.284 suara, lebih sedikit dari sekitar 14 ribu suara dari penghitungan suara awal.

Selain memenangkan Georgia, Biden juga menang di Michigan dengan perolehan 155 ribu suara, selisih ini 10 kali lebih tinggi dibandingkan saat Trump memenangkan negara bagian itu pada 2016.

Trump dikabarkan telah mengundang anggota parlemen dari Partai Republik Michigan ke Gedung Putih dan menghubungi seorang Republikan di sebuah dewan di Michigan.

Infografis Prediksi Kebijakan Joe BidenFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Prediksi Kebijakan Joe Biden

Ketika dimintai komentar mengenai panggilan Trump terhadap pejabat di Michigan, Biden mengatakan itu adalah "insiden lain di mana dia akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu presiden paling tidak bertanggung jawab dalam sejarah Amerika".

"Sulit untuk memahami bagaimana orang ini berpikir. Saya yakin dia tahu dia belum menang, tidak akan bisa menang dan kami akan disumpah pada 20 Januari," ucap Biden seperti mengutip AFP.

Trump juga telah mengirim pengacaranya, Rudy Giuliani untuk memberikan konferensi pers, di mana ia mengklaim terdapat aktivitas kecurangan dalam pemilu di beberapa negara bagian dan tim kampanye Trump akan mengajukan gugatan baru di Georgia.

Giuliani yang juga mantan wali kota New York, dengan berani menuduh Demokrat sebagai "penjahat" yang melakukan penipuan besar-besaran di beberapa negara bagian "untuk mencuri hasil pemilu dari rakyat Amerika".

"Hasil pemilu di Michigan akan berubah jika Anda mengalahkan daerah Wayne," kata Giuliani.

Baru-baru ini Trump telah memecat direktur keamanan siber pemilu AS, Chris Krebs karena menolak klaimnya atas kecurangan dalam pilpres. Trump mengumumkan kabar pemecatan Krebs di Twitter dan mengaitkan pernyataan Krebs soal tidak ada bukti sistem pemilu telah dicurangi.

"Pernyataan baru-baru ini oleh Chris Krebs tentang keamanan Pemilu 2020 sangat tidak akurat, karena ada ketidakwajaran dan penipuan besar-besaran. Oleh karena itu, efektif dengan segera, Chris Krebs telah diberhentikan sebagai Direktur Keamanan Siber dan Infrastruktur," cuit Trump.

(ans/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK