Taiwan Deteksi Sinyal Jet Tempur F-16 yang Hilang

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 17:30 WIB
Militer Taiwan melaporkan telah mendeteksi delapan sinyal yang berasal dari jet tempur F-16 yang masih hilang. Jet tempur F-16 milik Taiwan hingga kini masih hilang. (Foto: AFP/ASIF HASSAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Taiwan melaporkan telah mendeteksi delapan sinyal yang diyakini berasal dari jet tempur F-16 yang hilang pada Selasa (17/11) malam.

Menteri Pertahanan Taiwan Yen De-fa mengatakan upaya pencarian akan fokus pada sumber sinyal paling awal yang berada di jarak 16,7 kilometer di lepas pantai dan di kedalaman 900 meter.

Kursi pilot dan badan pesawat jet tempur F-16 dapat memancarkan sinyal. Pihak militer mengatakan delapan sinyal yang terdeteksi berasal dari berbagai sumber.


Lebih lanjut Yen mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi penentu proses pencarian, termasuk cuaca, komunikasi awak, dan kondisi pesawat.

Penilaian awal tidak menutup kemungkinan jika pilot mengalami disorientasi spasial, mengacu pada ketidakmampuan pilot untuk menafsirkan dengan benar ketinggian atau kecepatan udara pesawat. Namun ia mengatakan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian.

"Penjaga pantai menemukan drift berlapis kulit mengambang di laut pada Kamis (19/11) yang diduga bagian dari pesawat," kata Yen dalam konferensi pers seperti mengutip kantor berita pemerintah, Central News Agency (CNA).

Hingga saat ini pemerintah Taiwan telah mengerahkan 25 pesawat dan 34 kapal untuk melakukan pencarian. Pemerintah juga menewa perusahaan swasta yang telah tiba di pelabuhan Hualien untuk membantu operasi penyelamatan.

Jet tempur F-16 milik angkatan udara Taiwan menghilang dari radar pada Selasa (17/11) malam, hanya dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan udara Hualien.

Pilotnya, Kolonel Chiang Cheng-chih (44) hingga saat ini belum ditemukan. Investigasi awal menduga pilot Chiang mengalami disorientasi spasial.

Komandan Angkatan Udara Jenderal Hatever Hou-chi mengatakan catatan komunikasi dan pemeliharaan radio menunjukkan bahwa semua sistem normal. Kemungkinan kecelakaan akibat kerusakan mekanis dinilai rendah.

Mengutip data dari radar penerbangan angkatan udara, Hatever mengatakan jet lepas landas dan naik dengan mulus ke ketinggian 2.100 meter. Namun pesawat turun hingga ke ketinggian 1.200 meter setelah 14 detik dan sempat menyentuh permukaan laut setelah 20 detik.

(CNA/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK