Kemenhan Taiwan Bantah Rumor Pilot Jet F-16 Membelot ke China

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 21/11/2020 17:17 WIB
Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengecam rumor yang menuduh bahwa jet tempur F-16 Taiwan yang hilang beserta pilotnya membelot ke China. Ilustrasi. Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengecam rumor yang menuduh bahwa jet tempur F-16 Taiwan yang hilang beserta pilotnya membelot ke China. (AFP/ASIF HASSAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengecam rumor yang menuduh bahwa jet tempur F-16 Taiwan yang hilang beserta pilotnya membelot ke China. Rumor itu diyakini berasal dari Negeri Tirai Bambu.

Jet F-16 yang dikemudikan oleh Kolonel Chiang Cheng-chih menghilang dari radar pukul 18.07 pada Selasa (17/11) waktu setempat, dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Hualien. Saat ini, pencarian masih berlanjut.

Jet itu menghilang di atas perairan di lepas pantai daerah Hualien.



Setelah insiden tersebut, sebuah rumor yang diunggah secara daring mengungkapkan bahwa jet dan pilotnya telah membelot ke China dan sudah mendarat di Bandara Xiamen di Provinsi Fujian, China.

"Tambahan! Sebuah F-16 telah mendarat di Bandara Xiamen," tulis seorang pengguna media sosial China, Weibo, dengan foto sebuah F-16.

"Berhenti mencari sekarang juga. [F-16] itu [berada] di pangkalan udara Xiamen," tulis netizen lainnya di Twitter.

Kabar itu sontak dibantah oleh Kemenhan Taiwan. Pihaknya mengatakan, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

"Desas-desus yang disebarkan oleh tentara internet PKT [Partai Komunis Tiongkok] sangat tercela. Kami telah menyanggah rumor yang menipu diri sendiri dan narsistik ini," kata Menteri Pertahanan Taiwan, Yen De-fa.


"Nyonya Chiang [istri sang pilot] juga mendengar rumor itu, dan dia sangat marah," tambah Yen.

Dia menambahkan bahwa istri sang pilot menggambarkan suaminya sebagai pahlawan dan dia bangga padanya. Lebih lanjut, Yen menuturkan bahwa menyebarkan rumor itu hanya memicu rasa patriotisme dan keinginan untuk berperang di antara tentara Taiwan.

Dilansir Taipei Times, Sabtu (21/11), Perdana Menteri Su Tseng-chang juga menyebut rumor itu tidak masuk akal dan tidak manusiawi.

Sebuah sumber dari militer mengatakan akan sangat sulit bagi pesawat China atau Taiwan untuk membelot karena penggunaan sistem radar yang canggih. Angkatan udara Taiwan akan mencegat gerakan yang tidak direncanakan itu, seperti halnya yang dilakukan China.

Sementara itu, pihak militer Taiwan telah mendeteksi sumber dari sembilan sinyal di daerah kemungkinan jatuhnya pesawat dan telah diberikan kepada kapal penyelamat yang ditugaskan oleh Kemenhan untuk menyelidiki. Pihaknya yakin sinyal itu berasal dari beberapa bagian pesawat.

Sebelumnya pada Kamis (19/11), kapal penyelamat telah menyelesaikan penyelidikan awal dari tujuh sumber sinyal dan akan menyelesaikan dua sinyal yang tersisa. Para ahli akan menganalisis sinyal mana yang berasal dari sinyal pesawat sebelum memulai pencarian bawah air.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK