AS Setujui Antibodi REG-COV2 yang Dipakai Trump

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2020 13:14 WIB
Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS) menyetujui antibodi atau obat dari perusahaan Regeneron, REG-COV2. Ilustrasi Regeneron yang dipakai Donald Trump untuk menimbulkan antibodi. (Foto: AP/Ted S. Warren)
Jakarta, CNN Indonesia --

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat (AS) menyetujui antibodi atau obat dari perusahaan Regeneron, REG-COV2, pada Sabtu (21/11) yang pernah dipakai Presiden Donald Trump sesaat sebelum dibawa ke rumah sakit militer Walter Reed.

Dilansir AFP, Minggu (22/11), REG-COV2 disetujui setelah terbukti mengurangi perawatan pasien Covid-19 dengan kondisi ringan di rumah sakit. Obat tersebut juga digunakan untuk orang-orang yang belum dirawat di rumah sakit dengan risiko tinggi.

"Menyetujui pengobatan antibodi monoklonal ini dapat membantu pasien rawat jalan menghindari rawat inap dan mengurangi beban sistem perawatan kesehatan kami," kata Komisaris FDA, Stephen Hahn.


Presiden sekaligus CEO Regeneron, Leonard Schleifer, menjelaskan penyetujuan ini merupakan langkah penting dalam melawan Covid-19. Pasien dengan risiko tinggi akan memiliki akses antibodi yang menjanjikan.

Pengobatan REG-COV2 merupakan pengobatan antibodi sintetis kedua yang menerima persetujuan penggunaan darurat dari FDA. Sebelumnya ada persetujuan serupa pada pengobatan yang dikembangkan oleh Eli Lilly pada 9 November.

Secara alami, sistem kekebalan manusia mengembangkan protein untuk melawan infeksi yang disebut antibodi. Namun, tak semua orang bisa memproduksi antibodi yang memadai sehingga antibodi dibuat di laboratorium, seperti Regeneron dan Lilly.

Obat Regeneron ini dikenal juga dengan sebutan antibody cocktail atau pengobatan antibodi koktail. Sama seperti koktail lainnya, terapi antibodi koktail ini juga merupakan campuran dua atau lebih antibodi yang direkayasa di laboratorium.

Antibodi Regeneron ini menggabungkan antibodi monoklonal yang menargetkan protein lonjakan yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel sehat dan antibodi lain yang menargetkan bagian berbeda dari virus corona.

Antibodi ini dapat menjebak dan menghambat replikasi virus sehingga bisa mencegah virus berkembang semakin parah.

Pada Selasa (29/9), Regeneron merilis hasil tes awal penggunaan antibodi eksperimental tersebut pada pasien Covid-19. Uji ini melibatkan 275 pasien dari 1.000 pasien yang didaftarkan.

FDA mengatakan data yang mendukung penggunaan darurat Regeneron ini berasal dari uji klinis pada 799 pasien Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit. Mereka mengalami gejala ringan hingga sedang.

Sementara, pasien dengan risiko tinggi yang rawat inap dan rawat inap di UGD terjadi pada 3 persen pasien yang menerima perawatan intravena. Kemudian 9 persen pasien yang diobati dengan plasebo.

Sisa virus corona pada pasien yang diobati dengan antibodi Regeneron lebih rendah ketimbang pasien yang diobati dengan plasebo.

Regeneron telah menerima dana sebanyak US$450 juta dari pemerintah AS untuk pengembangan obat Covid-19. Antibodi monoklonal merupakan golongan obat yang relatif baru dan dinilai sangat menjanjikan.

Regeneron berharap bisa menyiapkan antibodi untuk 80 pasien pada akhir November. Kesiapan antibodi bisa bertambah menjadi untuk 300 ribu pasien pada akhir bulan Januari 2021.

Obat Regeneron akan tersedia gratis bagi pasien Covid-19 AS dengan syarat pemerintah. Dosis yang dianjurkan adalah 1,2 gram dari masing-masing dua antibodi dengan total 2,4 gram dalam satu infus.

(adp/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK