Kasus Unik, Anak Kecil Kebal Covid-19 Meski Orang Tua Positif

jps, CNN Indonesia | Sabtu, 21/11/2020 13:56 WIB
Penelitian menunjukkan anak kecil berhasil kebal Covid-19 meski kontak dekat dengan orang tua yang positif terinfeksi virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga orang anak dinyatakan negatif terinfeksi virus corona meski melakukan kontak dekat dengan orang tua yang positif Covid-19.

Salah satu anak bahkan ada yang tidur satu ranjang dengan orang tuanya yang menderita Covid-19. Penelitian menyatakan anak kecil itu berhasil mengembangkan respons kekebalan terhadap Covid-19 meski sudah terpapar virus corona SARS-COV-2 dari orang dewasa.

Temuan itu dilakukan terhadap sebuah keluarga di Melbourne, Australia. Penelitian dipimpin oleh Murdoch Children's Research Institute (MCRI) dan diterbitkan di Nature Communications.


Melansir Eurek Alert, peneliti MCRI Shidan Tosif mengatakan anak-anak dengan Covid -19 biasanya memiliki infeksi yang sangat ringan atau tanpa gejala dibandingkan dengan orang dewasa. Tetapi perbedaan mendasar antara respons imun anak-anak dan orang dewasa terhadap virus tetap tidak jelas. 

Studi tersebut mengamati profil imunitas dalam sebuah keluarga di Melbourne yang terdiri dari dua orang tua dengan gejala Covid-19 dan tiga anak usia sekolah dasar. Sebelum Covid-19 terjadi di Australia, para orang tua menghadiri pernikahan di luar negeri tanpa mengikutsertakan anaknya.

Setelah kembali, mereka mengalami batuk, hidung mampet, demam dan sakit kepala. Kemudian, seluruh anggota keluarga itu direkrut untuk studi penelitian. Sampel yang diambil termasuk darah, air liur, usap hidung dan tenggorokan, feses dan urin setiap 2-3 hari.

Para peneliti menemukan antibodi spesifik SARS-CoV-2 dalam air liur semua anggota keluarga.

Melansir Medical Xpress, peneliti MCRI Melanie Neeland yang memimpin aspek berbasis laboratorium dari laporan tersebut mengatakan timnya melakukan analisis yang cermat terhadap berbagai subset sel kekebalan dan jenis antibodi. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak berhasil meningkatkan respons terhaap virus corona. 

"Anak bungsu, yang tidak menunjukkan gejala sama sekali, memiliki respon antibodi terkuat. Meskipun respons sel kekebalan aktif pada semua anak, tingkat sitokin, pembawa pesan molekuler dalam darah yang dapat memicu reaksi peradangan, tetap rendah. Ini sesuai dengan gejala ringan atau tanpa gejala," kata Neeland.

Saat ini semua anggota keluarga pulih sepenuhnya tanpa memerlukan perawatan medis. Namun, tim masih belum bisa memastikan berapa lama mereka akan terlindungi dari infeksi ulang.

Associate Professor MCRI Nigel Crawford mengatakan penelitian itu meningkatkan kemungkinan bahwa meskipun terpapar kronis, sistem kekebalan anak-anak memungkinkan mereka secara efektif menghentikan replikasi virus di dalam sel mereka.

"Menyelidiki tanggapan kekebalan terhadap SARS-CoV-2 di semua kelompok umur adalah kunci untuk memahami kerentanan penyakit, perbedaan keparahan, dan kandidat vaksin," kata Crawford.

(eks/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK