AS Berencana Vaksinasi Covid-19 Massal Akhir Tahun

AFP, CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 04:05 WIB
AS berencana untuk mulai menggelar vaksinasi massal untuk 20 juta warga pada akhir tahun. Ilustrasi (AP/Hans Pennink)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) berencana untuk memulai program vaksinasi Covid-19 menyeluruh kepada 20 juta orang akhir tahun ini.

Hal ini disampaikan pejabat Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Moncef Slaoui , yang mengepalai upaya vaksinasi virus corona, Minggu (22/11).

Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan melonjaknya kasus penularan virus corona di seluruh negara bagian AS.


Awal vaksinasi bisa menjadi titik balik penting dalam pertempuran melawan virus yang telah merenggut lebih dari 255.000 nyawa di AS. Angka kematian ini merupakan laporan jumlah korban tertinggi di dunia, sejak Covid-19 pertama muncul di China akhir tahun lalu.

"Rencana kami adalah untuk dapat mengirimkan vaksin ke lokasi imunisasi dalam waktu 24 jam setelah persetujuan" oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Moncef Slaoui, yang mengepalai upaya vaksin virus corona pemerintah.

Melansir AFP, kemungkinan vaksinasi dilakukan tanggal 11-12 Desember. Selain itu, Slaoui memperkirakan 30 juta orang akan divaksinasi per bulan mulai Januari.

Terpisah, pejabat tinggi penyakit menular AS Anthony Fauci memperingatkan kemungkinan bisa menjadi lebih buruk jika orang tidakmengambil tindakan pencegahan pada musim liburan mendatang.

Warga AS akan menghadapi libur Thanksgiving pada Kamis. Pada musim liburan itu biasanya terjadi lonjakan perjalanan kembali ke kampung halaman.

"Kami khawatir terjadi lonjakan kasus baru ketika (musim) dingin dan semakin dingin di bulan Desember, lalu Anda mulai berurusan dengan libur Natal."

Para penasihat vaksin FDA akan bertemu pada 10 Desember untuk membahas persetujuan vaksin yang menurut perusahaan farmasi Pfizer dan Moderna setidaknya 95 persen efektif.

Slaoui mengatakan bahwa pada Mei, dengan potensi 70 persen populasi telah divaksinasi, negara tersebut dapat mencapai "kekebalan kelompok" (herd immunity).

Dengan terbentuk kekebalan kelompok diharapkan virus tak lagi menyebar secara masif, sehingga warga bisa kembali beraktivitas sebelum pandemi.

Namun Fauci, mengingatkan kekebalan kelompok hanya terjadi jika "Sebagian besar orang divaksinasi dengan vaksin yang sangat mujarab."

Pejabat belum mengumumkan kelompok masyarakat mana yang akan menerima vaksin terlebih dahulu. Namun, petugas kesehatan dipastikan akan mendapat prioritas, diikuti oleh kelompok rentan seperti orang tua. Untuk saat ini, vaksin belum diujicobakan pada anak kecil.

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK