KILAS INTERNASIONAL

Indonesia Akan Jadi Presiden G20 sampai Gugatan Trump Ditolak

ayp, CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 06:23 WIB
Indonesia bakal jadi Presiden G20 sampai hakim kembali tolak gugatan Pilpres AS Donald Trump. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Minggu (22/11). Mulai dari Indonesia bakal jadi Presiden G20 sampai hakim kembali tolak gugatan Pilpres AS Donald Trump. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Indonesia Jadi Presiden G20 Tahun Depan

Indonesia akan menjadi presiden G20 pada 2022 setelah bertukar tempat dengan India. Dengan demikian, Indonesia akan memimpin KTT ekonomi terbesar dunia itu pada 2023.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Minggu (22/11). Retno mengatakan perubahan rencana tersebut disepakati mengingat Indonesia juga akan menjadi ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2023.


"Sejak awal kepemimpinan Indonesia dijadwalkan pada 2023," katanya dalam konferensi pers seperti dikutip AFP.

"Namun mengingat pada tahun 2023 Indonesia juga akan menjabat sebagai ketua ASEAN, maka Indonesia telah membahas [untuk menukar] waktu ketua G20 dengan India," lanjutnya.

"India juga memiliki permintaan yang sama untuk mengubah kepresidenan G20 pada tahun 2023."

[Gambas:Video CNN]


2. AS Berencana Vaksinasi Covid-19 Massal Akhir Tahun

Amerika Serikat (AS) berencana untuk memulai program vaksinasi Covid-19 menyeluruh kepada 20 juta orang akhir tahun ini.

Hal ini disampaikan pejabat Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Moncef Slaoui , yang mengepalai upaya vaksinasi virus corona, Minggu (22/11).

Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan melonjaknya kasus penularan virus corona di seluruh negara bagian AS.

Awal vaksinasi bisa menjadi titik balik penting dalam pertempuran melawan virus yang telah merenggut lebih dari 255.000 nyawa di AS. Angka kematian ini merupakan laporan jumlah korban tertinggi di dunia, sejak Covid-19 pertama muncul di China akhir tahun lalu.

"Rencana kami adalah untuk dapat mengirimkan vaksin ke lokasi imunisasi dalam waktu 24 jam setelah persetujuan" oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Moncef Slaoui, yang mengepalai upaya vaksin virus corona pemerintah.

Melansir AFP, kemungkinan vaksinasi dilakukan tanggal 11-12 Desember. Selain itu, Slaoui memperkirakan 30 juta orang akan divaksinasi per bulan mulai Januari.

[Gambas:Video CNN]


3. Hakim Tolak Gugatan Pilpres AS Donald Trump di Pennsylvania

Hakim menolak gugatan yang dilayangkan kubu Calon Presiden petahana Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait proses penghitungan suara pemilihan presiden (pilpres) AS 2020 di negara bagian Pennsylvania.

Sebelumnya, pendukung dan tim hukum Presiden Donald Trump - dan terutama pengacara pribadinya Rudy Giuliani - telah menggantungkan harapan mereka pada hakim federal di Pennsylvania untuk membatalkan suara populer untuk Presiden terpilih Joe Biden.

Namun, Hakim Matthew Brann, seorang anggota senior Partai Republik di Pennsylvania, menolaknya.

Penggugat meminta pengadilan untuk mencabut hak pilih hampir tujuh juta pemilih. Namun, pengadilan tidak dapat menemukan kasus apa pun di mana penggugat telah mengupayakan perbaikan dalam pemilu, terutama membatalkan suara yang diminta," tulis Brann.

Brann kemudian menegur para pengacara kampanye Trump karena tidak memberikan bukti faktual dan berusaha membatalkan begitu banyak suara di negara bagian medan pertempuran utama itu.

"Orang mungkin berharap bahwa ketika mencari hasil yang mengejutkan seperti itu, penggugat akan datang dengan sangat kuat dipersenjatai dengan argumen hukum yang meyakinkan dan bukti faktual dari korupsi yang merajalela, sehingga pengadilan ini tidak memiliki pilihan lain," ujar Brann.

"Sebaliknya, pengadilan malah dihadapkan dengan argumen hukum yang tegang tanpa dasar dan tuduhan spekulatif, tidak dicampurkan dalam pengaduan operasi dan tidak didukung oleh bukti."

(ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK