Erdogan Sebut Turki Berhasil Usir 9.000 Milisi Asing ISIS

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 14:33 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan berhasil menangkap dan mengusir 9.000 milisi asing ISIS. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan aparat keamanan setempat berhasil menangkap dan mengusir 9.000 milisi asing kelompok teroris ISIS.

Dia juga menyatakan Turki adalah satu-satunya anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang melawan ISIS di garis depan.

"Meski kami dibiarkan seorang diri, kami berhasil menangkap hampir 9.000 milisi asing teroris dan memulangkan mereka ke negara masing-masing," kata Erdogan dalam pidato virtual di Konferensi Tingkat Tinggi G20 akhir pekan lalu, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (24/11).


"Kami adalah satu-satunya negara anggota NATO yang melawan ISIS di garis depan, yang bertujuan menumpas ancaman teroris, mencegah konflik dan memperkuat stabilitas kawasan," ujar Erdogan.

Persoalan pemulangan milisi asing yang tertangkap saat hendak menyusup ke Suriah melalui Turki adalah salah satu persoalan yang menjadi ganjalan negara itu. Sejumlah negara Eropa yang warganya menjadi milisi ISIS keberatan untuk memulangkan dengan dalih mengancam keamanan negara.

Pada November 2019, Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, menyatakan akan memulangkan 1.200 milisi asing ISIS asal Eropa, walau masih atau sudah tidak diakui sebagai warga negara.

Proses deportasi para milisi asing ISIS yang tertangkap di Turki akan dilakukan hingga beberapa bulan mendatang. Aparat keamanan Turki juga terus membongkar jaringan ISIS yang bersembunyi di dalam negeri.

Pada September lalu, aparat Turki berhasil menangkap seorang petinggi ISIS. Pada November ini, mereka juga berhasil membongkar jaringan kelompok teror itu dan menangkap sejumlah anggotanya, termasuk empat orang yang dibekuk di Ankara pada Senin (23/11) kemarin.

Turki menyatakan kelompok ISIS yang berdiri sejak 2014 di Suriah dan Turki sebagai ancaman terhadap keamanan negara dan kawasan.

Menurut pernyataan Kepala NATO, Jens Stoltenberg, pada Januari lalu, Turki selama ini memainkan peran penting dalam menghadapi kelompok ISIS.

(Middle East Monitor/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK