PM Israel Benjamin Netanyahu Akan Segera Kunjungi Bahrain

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 20:45 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku telah berbicara dengan Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad dan akan segera berkunjung. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (AP/Ariel Schalit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (24/11) mengaku telah berbicara dengan Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad dan akan segera berkunjung ke negara Teluk itu.

Rencana tersebut diungkapkannya sebulan setelah kedua negara resmi menjalin hubungan diplomatik.

Pekan lalu, menteri luar negeri Bahrain telah mengunjungi Israel sebagai tanda terjalinnya hubungan hangat setelah penandatangan perjanjian Abraham Accords yang ditengahi Amerika Serikat pada September.


Kemudian pada Oktober, kedua negara telah menjalin hubungan formal dan menandatangani serangkaian perjanjian untuk mempromosikan kerja sama bilateral.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di media sosial, Netanyahu mengatakan telah berbicara dengan Salman bin Hamad pada Senin malam bahwa mereka dapat membawa perdamaian untuk rakyat dan negara dalam waktu yang sangat singkat.



"Putra Mahkota mengundang saya datang dalam waktu dekat untuk kunjungan resmi ke Bahrain, dan saya akan melakukan ini atas nama Anda (warga Israel)," kata Netanyahu seperti dilansir Washington Post.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), dan Sudan. Kesepakatan tersebut telah membuat marah rakyat Palestina.


Pada Senin (23/11), media Israel melaporkan bahwa Netanyahu mengunjungi Arab Saudi dan bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Israel dan Arab Saudi telah membina kerja sama keamanan klandestin atas kepentingan bersama mereka dalam melawan Iran.

Sebelum perjanjian Abraham Accords disahkan tahun ini, Mesir dan Yordania menjadi negara Arab yang mengakui Israel setelah menandatangani perjanjian perdamaian masing-masing pada 1979 dan 1994.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK