Paus Fransiskus Berduka Maradona Meninggal dan Doakan Arwah

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 07:17 WIB
Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, menyatakan sedih mendengar kabar kematian legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Ilustrasi Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Fransiskus. (AFP/ANDREAS SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Takhta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, menyatakan sedih mendengar kabar kematian legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona. Dia disebut akan selalu mendoakan arwah mendiang.

Maradona wafat akibat serangan jantung sepekan setelah pulang usai menjalani operasi otak di rumah sakit.

Juru Bicara Vatikan, Matteo Bruni, menyatakan mereka sudah menyampaikan kabar kematian Maradona kepada Paus Fransiskus.


"Beliau langsung teringat kembali saat-saat bertemu dengan Maradona beberapa tahun lalu, dan akan selalu mendoakannya," kata Bruni seperti dilansir Associated Press, Kamis (26/11).

Bruni mengatakan, Paus Fransiskus juga terus mendoakan Maradona ketika mendengar kabar kondisi kesehatan sang legenda memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Paus Fransiskus yang merupakan warga Argentina adalah penggemar berat sepakbola. Dia menjadi pendukung setia kesebelasan San Lorenzo.

Paus Fransiskus bertemu dengan Maradona di Vatikan enam tahun silam. Saat itu keduanya berjumpa dalam sebuah kegiatan pertandingan amal.

Dalam kesempatan itu, Maradona memberikan seragam sepakbola bertuliskan Fransiskus dan tanda tangan nomor 10, yang menjadi nomor punggung Maradona.

Keduanya kembali bertemu setahun kemudian.

Paus Fransiskus sejak 2013 bermukim di Vatikan karena dipilih sebagai pemimpin Vatikan.

Dalam ulasannya, media massa Vatikan, Vatican News, menyebut Maradona sebagai seorang "penyair dalam sepakbola".

Selain itu, mereka juga menuliskan Maradona adalah pemain yang luar biasa, tetapi juga manusia yang ringkih karena jalan hidupnya diwarnai oleh penyalahgunaan narkoba.

Maradona meninggal dunia di rumahnya di Tigres, Argentina, karena mengalami masalah jantung. Sebelumnya, Maradona juga sempat dirawat di rumah sakit usai menjalani operasi otak.

Maradona pertama kali dirawat di rumah sakit pada 3 November lalu karena dugaan dehidrasi, anemia, dan depresi. Ia kemudian didiagnosis mengalami pembekuan otak dan harus menjalani operasi mendadak.

Operasi sebenarnya berjalan lancar. Namun pada Rabu, kuasa hukum Maradona, Matias Morla, mengonfirmasi bahwa kliennya itu sudah mengembuskan napas terakhir.

(AP/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK