Setahun Lalu Pasien Pertama Covid-19 Ditemukan di Wuhan

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 14:14 WIB
Setahun yang lalu, tepatnya 1 Desember 2019 pasien pertama Covid-19 di Wuhan, China menunjukkan gejala ternifeksi virus corona. Pasien pertama terinfeksi virus corona dilaporkan pada 1 Desember 2019 di Wuhan, China. (Foto: Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satu tahun lalu tepatnya pada 1 Desember 2019 pasien pertama virus corona di Wuhan, China mulai menunjukkan gejala terinfeksi virus SARS-Cov-2 dan sejak itu wabah tersebut telah meluas menjadi pandemi di dunia.

Kasus pertama Covid-19 ditemukan oleh komunitas medis internasional di Wuhan, China, tapi asal pastinya masih belum diketahui dengan jelas.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di The Lancet pada akhir Januari, pasien pertama mulai menunjukkan gejala pada 1 Desember 2019, tapi pihak keluarga tidak pernah mengalami demam atau masalah pernapasan.


Faktanya, para peneliti tidak dapat menemukan hubungan epidemiologis antara siapa yang mereka yakini sebagai pasien pertama dan kasus selanjutnya.

Studi ini ditulis oleh para peneliti China yang mengamati 41 pasien pertama yang dirawat di rumah sakit dengan infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi.

Infeksi virus corona yang seketika menjadi wabah memaksa pemerintah China menerapkan penguncian wilayah (lockdown). China bahkan sempat menjadi negara dengan kasus corona tertinggi di dunia, jauh sebelum virus corona menyebar ke seluruh dunia.

Dilansir CBS8, Selasa (1/12), selama konferensi pers pada Senin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkomitmen untuk menemukan asal-muasal penyakit tersebut guna mencegah wabah serupa di masa depan.

"Kami ingin tahu asal-usulnya dan kami akan melakukan segalanya untuk mengetahui asal-usulnya," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada jurnalis.

Namun, sebuah studi pemerintah yang baru diterbitkan menunjukkan bahwa virus corona mungkin telah mencapai AS beberapa pekan lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menemukan antibodi Covid-19 dalam lusinan donor darah yang diambil antara 13 Desember 2019 hingga 17 Januari 2020.

Hingga saat ini AS memiliki kasus Covid-19 terbanyak di dunia dengan lebih dari 13,5 juta. Disusul India, Brasil, Rusia, dan Prancis.

AS juga memimpin dalam jumlah kematian akibat Covid-19 dengan total lebih dari 268 ribu. Sementara Brasil, India, Meksiko, dan Inggris mengekor di belakangnya.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK