Turki Ingin Dialog dengan AS Meski Tetap Beli S-400 Rusia

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 22:29 WIB
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan sulit bagi negaranya jika membatalkan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia. Sistem rudal S-400 buatan Rusia. (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan sulit bagi negaranya jika membatalkan pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

Meski begitu, Akar menuturkan Turki berharap masih bisa berdialog dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

Akar juga menegaskan bahwa Turki sedang bernegosiasi dengan Rusia untuk menerima pengiriman kedua sistem S-400.


"Ini adalah situasi yang sangat bermasalah untuk berbalik dari titik kami saat ini. Kami mengundang (Amerika Serikat) untuk menjauhkan diri dari bahasa yang mengancam seperti sanksi," ujar Akar kepada wartawan di Ankara pada Kamis (14/1).

"K

ami menginginkan penyelesaian masalah melalui dialog. Jika pihak AS menginginkan solusi, solusi dapat ditemukan dengan bekerja sama di tingkat teknis," ujarnya menambahkan.

Pernyataan Akar itu keluar setelah Washington menjatuhkan sanksi kepada industri pertahanan pelat merah Turki (SSB), pempimpin SSB Ismail Demir, dan tiga pejabat lembaga itu pada Desember lalu.

Dilansir Reuters, sanksi itu dijatuhkan setelah Turki finalisasi akuisisi S-400. Sanksi juga dijatuhkan di saat relasi AS-Turki rumit.
AS menganggap S-400 dapat menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan NATO yang lebih luas.

Turki berkeras mempertahankan akuisisi S-400 lantaran tidak dapat memperoleh sistem pertahanan udara dari negara-negara Barat.

Ankara juga membantah bahaya yang ditimbulkan S-400 itu dan menekankan bahwa sistem pertahanan itu tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK