Erdogan Disuntik Dosis Pertama Vaksin Sinovac

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 08:30 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin corona CoronaVac buatan Sinovac pada Kamis (14/1). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin corona CoronaVac buatan Sinovac pada Kamis (14/1).

"Saya juga divaksinasi," kata Erdogan lewat pesan singkat Telegram.

"Saya yakin, terutma jika semua pemimpin politik, anggota parlemen mendorong [penerapan] vaksin Covid-19, itu keputusan yang tepat," katanya kepada wartawan seperti mengutip Anadolu.


Dalam kesempatan yang sama, Erdogan mengatakan jika anggota Pengurus Pusat dan Pengurus Pusat Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) turut divaksin di hari yang sama.

Penyuntikan vaksin terhadap Erdogan memandai dimulainya vaksinasi Covid-19 secara nasional di Turki.

Selain Erdogan, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca juga menjadi orang yang pertama mendapat vaksin CoronaVac di Turki.

Data Kementerian Kesehatan mencatat dalam sebulan pertama 1,1 juta tenaga medis akan mendapat suntikan vaksin Sinovac. Dosis kedua vaksin akan diberikan dalam waktu 28 hari mendatang.

Bagi mereka yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 tidak akan divaksin dalam waktu empat hingga enam bulan setelah masa pemulihan.

Pemberian vaksin corona dilakukan setelah sehari sebelumnya Badan Obat dan Peralatan Medis Turki secara resmi mengeluarkan izin darurat penggunaan CoronaVac.

Warga yang hendak divaksin diharuskan membawa kode QR yang berisi nama mereka sesuai dengan program vaksinasi yang telah dijadwalkan secara daring.

Ankara telah menyelesaikan perjanjian suplai 50 juta dosis vaksin menggunakan metode inactivated. Turki sejauh ini sudah menerima tiga juta dosis kargo pertama vaksin Sinovac.

Turki sebelumnya telah mengumumkan nilai efikasi vaksin Sinovac mencapai 91,25 setelah melakukan uji coba yang melibatkan 7.371 relawan. Hasil efikasi vaksin Sinovac di Brasil mencapai 50,4 persen dan Indonesia mengumumkan efikasi mencapai 65,3 persen.

(Anadolu/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK