Daftar 6 Vaksin Corona yang Akan Disetujui WHO

ayp, CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 17:05 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana mempercepat persetujuan vaksin virus corona buatan enam produsen dunia. WHO akan menyetujui enam vaksin corona. (Foto: AFP/FABRICE COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana mempercepat persetujuan vaksin virus corona (Covid-19) buatan sejumlah perusahaan mulai dari Amerika Serikat hingga China.

Langkah itu dilakukan WHO sebagai upaya mendukung program vaksinasi massal yang telah dilakukan puluhan negara terutama ke negara-negara kurang berkembang.

Berdasarkan dokumen internal WHO yang didapat Reuters, berikut daftar vaksin yang disebut akan disetujui WHO dalam hitungan minggu hingga beberapa bulan ke depan.


Vaksin AstraZeneca-Oxford University

Menurut dokumen itu, vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca, dan diproduksi Serum Institute of India (SII) kemungkinan disahkan WHO pada bulan ini atau Februari mendatang.

Vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh perusahaan Korea Selatan, SK Bioscience, juga kemungkinan disetujui WHO pada paruh kedua Februari.

AstraZeneca sejauh ini belum memberikan komentar terkait persetujuan vaksinnya itu oleh WHO. Namun, Kepala Dewan Eksekutif SII, Adar Poonawalla, pada pekan lalu mengatakan bahwa dia berharap bisa mendapat otorisasi penggunaan dari WHO "dalam satu atau dua minggu mendatang".

Sejauh ini, vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford telah mendapat persetujuan penggunaan darurat di Inggris. Uni Eropa dan Amerika Serikat dijadwalkan mengeluarkan otorisasi serupa terhadap vaksin AstraZeneca dalam waktu dekat.

Sinovac dan Sinopharm

WHO juga sedang mempertimbangkan kemungkinan memberikan persetujuan cepat bagi dua vaksin buatan perusahaan farmasi China, Sinopharm dan Sinovac.

Dokumen itu memaparkan WHO kemungkinan memberikan otorisasi bagi dua vaksin China tersebut paling cepat pada Maret mendatang.

Sinopharm telah mengajukan permohonan persetujuan penggunaan kepada WHO untuk dua jenis vaksin corona buatannya.

Namun, WHO menuturkan pihaknya kemungkinan baru akan memberikan persetujuan itu untuk vaksin Sinopharm yang dikembangkan oleh afiliasinya yang berbasis di Beijing, Beijing Institute of Biological Products Co., Ltd (BIBP). Vaksin tersebut telah banyak digunakan oleh China dalam program vaksinasi massal.

Sementara itu, Sinovac belum merilis hasil uji coba tahap III secara global. Namun, vaksinya itu telah disetujui untuk penggunaan darurat di negara-negara seperti Brasil, Indonesia, dan Turki.

Pfizer/BioNTech

Dokumen COVAX juga memaparkan bahwa WHO mengesahkan vaksin yang dikembangkan perusahaan Pfizer/BioNTech pada Desember lalu.

Covax awalnya tidak memasukkan vaksin Pfizer/BioNTech sebagai pilihannya. Namun, pejabat WHO mengatakan pihaknya tengah berunding untuk menyepakati pasokan vaksin Pfizer/BioNTech bagi COVAX.

Moderna hingga Sputnik

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK