8 Orang Luka dalam Penikaman di Swedia Diduga Serangan Teror

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 08:10 WIB
Seorang pria terduga teroris menikam delapan orang hingga terluka dengan senjata tajam di Kota Vetlanda, Swedia, pada Rabu (3/3). Ilustrasi penikaman. (Foto: Istockphoto/CiprianNasalean)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria terduga teroris menikam delapan orang hingga terluka dengan senjata tajam di Kota Vetlanda, Swedia, pada Rabu (3/3).

Lima dari delapan korban dikabarkan mengalami kondisi serius akibat insiden itu. Sementara itu, tiga korbannya mengalami luka ringan.

Kepolisian berhasil mengamankan pelaku yang disebut berusia sekitar 20 tahunan. Pelaku terpaksa dibawa ke rumah sakit setelah polisi menembak kakinya dalam penangkapan.


Kepada AFP, kepolisian Swedia menuturkan pria itu menggunakan "senjata tajam" dalam aksinya. Sementara itu, media lokal mengatakan pelaku menggunakan pisau.

Kepolisian juga semula menganggap kasus itu sebagai insiden "percobaan pembunuhan". Namun, aparat kemudian mengubahnya dan menganggap kasus itu sebagai "dugaan kejahatan teroris".

Sementara itu, penduduk setempat yang menjadi saksi mata, Olivia Strandberg, mengatakan kepada stasiun televisi SVT bahwa dia tidak melihat penusukan tetapi menyaksikan pelaku dibawa pergi oleh aparat.

"Saya baru saja sampai di apartemen saya ketika sahabat saya menulis dan berkata: 'Jangan keluar!'," kata Strandberg.

Dalam jumpa pers resmi, Kepala Kepolisian Daerah Swedia, Malena Grann, mengatakan bahwa hasil penyelidikan awal menyimpulkan bahwa insiden penikaman ini memiliki "motif potensial teror".

"Ada detail dalam penyelidikan yang membuat kami menyelidiki apakah ada motif teror," kata Grann tanpa memberikan rincian.

Grann menuturkan pihaknya juga telah bekerja sama dengan dinas intelijen negara, Sapo, untuk menindaklanjuti penyelidikan.

Sapo menganggap ancaman terorisme di Swedia tinggi. Negara Skandinavia itu telah dua kali menjadi sasaran serangan teroris dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Desember 2010, seorang pria melakukan serangan bom bunuh diri di pusat kota Stockholm. Pelaku tewas setelah hanya melukai sedikit orang yang lewat.

Pada April 2017, seorang pencari suaka Uzbek yang ditolak dan diradikalisasi menabrak sejumlah pejalan kaki di Stockholm dengan truk curian. Insiden itu menewaskan lima orang dan sang pelaku dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

(rds/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK