Afrika Selatan Restui Penggunaan Vaksin AstraZeneca

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 21:00 WIB
Afrika Selatan mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin corona buatan AstraZeneca dengan memprioritaskan pada pekerja medis. Afrika Selatan mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin AstraZeneca. (Foto: AP/John Cairns)
Jakarta, CNN Indonesia --

Afrika Selatan memberikan izin darurat (emergency use authorization) penggunaan vaksin corona buatan AstraZeneca pada Rabu (27/1).

Pemerintah Afrika Selatan telah merogoh kocek sebesar US$5,25 per dosis untuk 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca. Vaksin diperkirakan akan dikirim dalam dua periode di pekan ini dan Februari.

Vaksin akan diprioritaskan bagi pekerja medis yang ada di garda depan penanganan pandemi Covid-19.


"Mengenai vaksin AstraZeneca telah diberikan penggunaan darurat (persetujuan) dan akan ada konferensi pers dengan menteri kesehatan tentang ini (nanti)," kata Ketua Otoritas Produk Kesehatan Afsel (SAHPRA), Helen Rees.

Vaksin AstraZeneca diproduksi Serum Institute of India (SII) yang kemungkinan akan disahkan WHO pada bulan ini atau Februari mendatang.

AstraZeneca sejauh ini belum memberikan komentar terkait persetujuan vaksinnya itu oleh WHO. Namun, Kepala Dewan Eksekutif SII, Adar Poonawalla, pada pekan lalu mengatakan bahwa dia berharap bisa mendapat otorisasi penggunaan dari WHO "dalam satu atau dua minggu mendatang".

Senada, kepala eksekutif SAHPRA Boitumelo Semete-Makokotlela mengatakan jika Johnson & Johnson juga mengajukan permohonan izin sebagai pemasok pertama vaksin corona bagi Afrika Selatan pada Desember lalu.

Kendati demikian, perkembangan efikasi J&J sejauh ini masih belum dirilis sehingga perlu informasi lebih lanjut.

"Yang ini khususunya berada pada tahap sangat lanjut dari studi klinis tahap II di mana kami memiliki data awal yang menunjukkan keamanan dan kemanjurannya. Kami masih pada titik itu dengan J&J di mana informasi tambahan masih diperlukan," kata Boitumelo seperti mengutip Reuters.

Afrika Selatan mengalami lonjakan infeksi seiring dengan kemunculan jenis baru virus corona 501Y.V2 yang lebih menular.

Di awal Januari, Afsel sempat melaporkan lonjakan kasus baru menjadi 21 ribu infeksi per harinya. Namun jumlah mulai berkurang menjadi kurang dari 10 ribu kasus baru.

Data statistik Worldometers hingga saat ini mencatat Afrika Selatan memiliki 1.423.578 kasus Covid-19 dengan 41.797 kematian.

Selain di Afrika Selatan, vaksin AstraZeneca juga telah mendapat persetujuan penggunaan darurat di Inggris, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

(Reuters/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK