Demo Anti-Modi di Bangladesh Makan Korban, 5 Orang Tewas

CNN Indonesia | Sabtu, 27/03/2021 21:14 WIB
Bangladesh mengerahkan petugas keamanan perbatasan untuk membantu berjaga setelah demonstrasi anti PM India Narenda Modi memakan korban. Ilustrasi aparat keamanan Bangladesh. (AFP PHOTO / Munir UZ ZAMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bangladesh mengerahkan petugas keamanan perbatasan untuk membantu berjaga setelah demonstrasi anti Perdana Menteri India Narenda Modi memakan korban.

Demonstrasi yang digelar kelompok garis keras di masjid utama Ibu Kota Dhaka pada Jumat (27/3) menyebabkan lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Aksi ini dilakukan sebagai wujud protes kunjungan Modi ke Dhaka.


Seorang juru bicara Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) mengatakan pasukan militer cadangan sudah dikerahkan sejak Jumat malam.

"Dengan instruksi dari kementerian dalam negeri dan dengan bantuan administrasi sipil, jumlah BGB yang dibutuhkan telah dikerahkan di berbagai distrik di negara itu," kata Letnan Kolonel Fayzur Rahman kepada AFP.

Rahman mengklaim tidak ada laporan kekerasan yang disampaikan semenjak penjaga perbatasan dikerahkan. Ia mengatakan situasi saat ini normal.

Jaringan Facebook di Bangladesh tidak dapat diakses sejak aksi memanas. Facebook mengaku masih mendalami insiden pemblokiran akses jejaring tersebut.

"Kami sadar bahwa layanan kami telah dibatasi di Bangladesh. Kami bekerja untuk memahami lebih banyak (terkait insiden itu) dan berharap akses penuh dipulihkan secepat mungkin," kata juru bicara Facebook.

Menteri Pos dan Telekomunikasi Mustafa Jabbar mengklaim pihaknya tidak bertanggung jawab atas pembatasan akses Facebook.

Aparat kepolisian mengatakan setidaknya empat orang di antara korban tewas karena tertembak dalam demonstrasi. Mereka adalah anggota kelompok Islam garis keras, Hefazat-e-Islam.

Seorang pejabat mengatakan 1.500 pendukung Hefazat-e-Islam menyerang kantor polisi sambil meneriakkan slogan anti Modi. Sementara juru bicara kelompok itu mengklaim polisi menembaki massa ketika demonstrasi berjalan damai.

Hefazat-e-Islam pun menyerukan ajakan demonstrasi nasional hari ini dan aksi mogok besok sebagai wujud protes penembakan yang dilakukan aparat terhadap pengunjuk rasa.

Sentimen kelompok itu terhadap Modi bermula sejak pemerintah India yang hindu-nasionalis memicu ketegangan agama dan menghasut kekerasan anti Muslim di Negara Bagian Gujarat di India pada 2002 yang menewaskan seribu orang. Saat itu, Modi menjabat sebagai menteri utama Gujarat.

Hefazat-e-Islam sendiri dikenal kerap menggelar protes besar menuntut Bangladesh memberlakukan UU penistaan agama. Pada 2013, bentrokan antara polisi dengan puluhan ribu pendukung Hefazat di Dhaka menyebabkan hampir 50 orang tewas.

(fey/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK