China Akui Latihan Perang dekat Taiwan, Protes Intervensi AS

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 15:19 WIB
China mengakui bahwa pergerakan militernya di dekat Taiwan awal pekan lalu merupakan bentuk latihan perang di tengah peningkatan ketegangan dan intervensi AS. Ilustrasi jet China. (AFP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

China akhirnya mengakui bahwa pergerakan militernya di dekat Taiwan pada awal pekan lalu merupakan bentuk latihan perang di tengah peningkatan ketegangan dan intervensi Amerika Serikat.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan di China, Ma Xiaoguang, mengatakan bahwa militer mengerahkan 25 pesawat Angkatan Udara, termasuk jet tempur dan pengebom berkapasitas nuklir, ke Selat Taiwan pada Senin (12/4) lalu.

"Latihan perang Tentara Pembebasan Rakyat di Selat Taiwan merupakan tindakan penting untuk menanggapi situasi keamanan terkini di Selat Taiwan dan untuk menjaga kedaulatan nasional," ujar Ma, seperti dikutip Reuters, Rabu (14/4).


Ma kemudian menegaskan bahwa China menggelar latihan perang itu untuk menanggapi provokasi Taiwan dan intervensi Amerika Serikat.

"Latihan militer dan operasi latihan ini merupakan sinyal bahwa tekad kami untuk membatasi kemerdekaan Taiwan dan kolusi AS-Taiwan bukan hanya omong kosong," ucap Ma.

Ma melontarkan pernyataan ini tak lama setelah Presiden Joe Biden dilaporkan mengirimkan delegasi tak resmi ke Taiwan.

Seorang pejabat senior Biden mengatakan kepada Reuters bahwa sang presiden mengirimkan mantan senator AS, Chris Dodd, dan dua mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Richard Armitage dan James Steinberg, pada Selasa (13/4).

"Pemilihan tiga orang ini, yaitu dua negarawan yang punya hubungan lama dengan Taiwan dan secara pribadi dekat dengan Biden, mengirimkan sinyal penting mengenai komitmen AS terhadap Taiwan dan demokrasinya," kata pejabat itu.

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Taiwan, delegasi AS itu akan tiba di bandara Songshan pada hari ini, Rabu (14/4).

Kantor kepresidenan Taiwan mengumumkan bahwa Presiden Tsai Ing-wen kemudian akan bertemu langsung dengan delegasi AS itu pada Kamis (15/4).

Pertemuan ini juga terselenggara setelah Kemlu AS merilis pedoman yang memungkinkan pejabat mereka lebih bebas untuk bertemu dengan pejabat dari Taiwan.

Aturan itu dianggap sebagai salah satu bentuk penguatan hubungan AS dengan Taiwan di tengah peningkatan aktivitas militer China.

[Gambas:Video CNN]

Selama ini, China menganggap Taiwan sebagai wilayah pembangkang lantaran berkeras ingin memerdekakan diri sebagai negara berdaulat.

Relasi China dan Taiwan juga terus memburuk setelah Taipei dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen. Ia merupakan Presiden Taiwan yang pro-demokrasi.

Sejak memimpin pada 2016, Tsai terus berupaya mencari pengakuan internasional bagi Taiwan, termasuk mendekatkan diri dengan AS.

Namun, Presiden China, Xi Jinping, berkeras tidak akan membiarkan Taiwan merdeka. Ia bahkan bersumpah akan melakukan segala cara, termasuk perang militer, untuk mempertahankan Taiwan.

AS sendiri mengaku kedaulatan China. Namun, AS tetap menjadi sekutu tidak resmi dan pendukung militer terpenting bagi Taiwan di bawah Undang-Undang Relasi Taiwan.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK