Biden Kirim Delegasi ke Taiwan, Sinyal Dukung Demokrasi

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 09:49 WIB
Joe Biden mengutus delegasi tak resmi AS ke Taiwan, satu langkah yang disebut sebagai sinyal dukungan sang presiden untuk wilayah itu di tengah tekanan China. Joe Biden mengutus delegasi tak resmi AS ke Taiwan, satu langkah yang disebut sebagai sinyal dukungan sang presiden untuk wilayah itu di tengah tekanan China. (Getty Images via AFP/Chip Somodevilla)
Jakarta, CNN Indonesia --

Joe Biden mengutus delegasi tak resmi dari Amerika Serikat ke Taiwan, satu langkah yang disebut sebagai sinyal dukungan sang presiden untuk wilayah tersebut di tengah tekanan China.

Seorang pejabat senior Biden mengatakan kepada Reuters bahwa sang presiden mengirimkan mantan senator AS, Chris Dodd, dan dua mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Richard Armitage dan James Steinberg, pada Selasa (13/4).

"Pemilihan tiga orang ini, yaitu dua negarawan yang punya hubungan lama dengan Taiwan dan secara pribadi dekat dengan Biden, mengirimkan sinyal penting mengenai komitmen AS terhadap Taiwan dan demokrasinya," kata pejabat itu.


Pejabat itu juga mengatakan bahwa delegasi tersebut akan bertemu dengan pejabat-pejabat senior Taiwan untuk melanjutkan "tradisi bipartisan pemerintahan AS untuk mengirimkan delegasi tak resmi tingkat tinggi ke Taiwan."

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Taiwan, delegasi AS itu akan tiba di bandara Songshan pada hari ini, Rabu (14/4).

Kantor kepresidenan Taiwan mengumumkan bahwa Presiden Tsai Ing-wen kemudian akan bertemu langsung dengan delegasi AS itu pada Kamis (15/4).

Pejabat senior Biden menyatakan bahwa pengiriman delegasi ini juga merupakan bagian dari perayaan 42 tahun Undang-Undang Hubungan Taiwan, regulasi hubungan AS dengan Taiwan yang didukung oleh Biden saat sang presiden masih menjadi senator.

Pertemuan ini juga terselenggara setelah Kemlu AS merilis pedoman yang memungkinkan pejabat mereka lebih bebas untuk bertemu dengan pejabat dari Taiwan.

Aturan itu dianggap sebagai salah satu bentuk penguatan hubungan AS dengan Taiwan di tengah peningkatan aktivitas militer China.

Selama ini, China menganggap Taiwan sebagai wilayah pembangkang lantaran berkeras ingin memerdekakan diri sebagai negara berdaulat.

Relasi China dan Taiwan juga terus memburuk setelah Taipei dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen. Ia merupakan Presiden Taiwan yang pro-demokrasi.

[Gambas:Video CNN]

Sejak memimpin pada 2016, Tsai terus berupaya mencari pengakuan internasional bagi Taiwan, termasuk mendekatkan diri dengan AS.

Namun, Presiden China, Xi Jinping, berkeras tidak akan membiarkan Taiwan merdeka. Ia bahkan bersumpah akan melakukan segala cara, termasuk perang militer, untuk mempertahankan Taiwan.

AS sendiri mengaku kedaulatan China. Namun, AS tetap menjadi sekutu tidak resmi dan pendukung militer terpenting bagi Taiwan di bawah Undang-Undang Relasi Taiwan.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK